Konflik Suriah

Israel Serang Pangkalan Militer Suriah Menewaskan Militan Bersenjata, Melukai Puluhan Sipil

Israel dan Suriah telah mengalami peningkatan kekerasan di sepanjang perbatasan setelah kepemimpinan baru yang dipimpin oleh kaum Islamis ditempatkan

Editor: Ansari Hasyim
MNA/screenshot
SERANGAN UDARA- Serangan udara Israel ke wilayah Suriah. Militer Israel melancarkan serangan udara terhadap ibu kota Suriah pada tanggal 13 Maret, yang merupakan serangan udara terbaru dari serangkaian serangan udara Israel yang brutal terhadap negara itu baru-baru ini. 

SERAMBINEWS.COM - Israel melancarkan serangan udara terhadap pangkalan udara militer dan lokasi infrastruktur di kota Damaskus, Hama dan Homs di Suriah pada hari Rabu, kata militer Israel.

Serangan itu hampir menghancurkan seluruh bandara militer Hama dan menyebabkan puluhan warga sipil dan personel militer terluka, kata kementerian luar negeri Suriah dalam sebuah pernyataan.

Pada hari Kamis, militer Israel mengatakan telah menewaskan beberapa militan bersenjata selama serangan semalam di wilayah Tasil di Suriah selatan. 

Pasukan Israel diserang selama misi tersebut dan membalas dengan serangan darat dan udara.

Israel dan Suriah telah mengalami peningkatan kekerasan di sepanjang perbatasan setelah kepemimpinan baru yang dipimpin oleh kaum Islamis ditempatkan di Suriah menyusul penggulingan Assad dari kekuasaan.

Israel mengatakan tidak akan menoleransi keberadaan militan Islam di Suriah selatan dan mengirim pasukannya ke zona perbatasan Suriah. Pemimpin Suriah mengatakan tidak bermaksud membuka front melawan Israel.

Israel menghabiskan waktu bertahun-tahun melancarkan serangan udara terhadap Suriah selama pemerintahan mantan Presiden Bashar al-Assad, yang menargetkan instalasi militer yang terkait dengan Iran dan transfer senjata dari Teheran yang ditujukan untuk kelompok bersenjata Lebanon, Hizbullah, yang ditempatkan di wilayah Suriah.

Rute senjata itu terputus ketika Assad digulingkan, tetapi Israel tetap melanjutkan serangannya terhadap pangkalan militer Suriah.

Serangan itu menargetkan bandara militer di Hama, dan sekitar pusat penelitian ilmiah di lingkungan Barzeh di Damaskus, kata media dan pejabat pemerintah Suriah.

Israel mengebom fasilitas pusat penelitian tersebut tak lama setelah Assad digulingkan oleh pemberontak Islam pada tanggal 8 Desember, dengan tuduhan digunakan untuk mengembangkan peluru kendali dan senjata kimia.

Di Hama, sumber militer Suriah mengatakan kepada Reuters, belasan serangan menghancurkan landasan pacu, menara, depot senjata, dan hanggar di bandara militer.

Turki Mengamuk, Kirim Rudal Pertanahan Udara dan Drone untuk Lindungi Suriah dari Bombardir Israel 

Turki, sekutu kuat Suriah dilaporkan tengah melakukan persiapan untuk mengambil alih kendali pangkalan udara strategis di Suriah bagian tengah. 

Pengerahan yang direncanakan, yang dikoordinasikan dengan pemerintah sementara yang baru di Damaskus, memiliki beberapa kesamaan penting dengan pengerahan Rusia atas undangan mantan Presiden Suriah Bashar al-Assad, yang dimulai hampir satu dekade lalu.

Turki sedang bersiap untuk menyebarkan sistem pertahanan udara buatan dalam negeri di pangkalan udara T-4 Tiyas Suriah di wilayah Homs di bagian tengah negara itu, Middle East Eye melaporkan pada hari Selasa.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved