Konflik Suriah

Suriah Bergolak Lagi, Israel Mengebom Suwayda di Suriah Selatan, Berdalih Lindungi Sekutu Druze

Serangan udara Israel terjadi setelah Hikmat al-Hajri mendesak pejuang lokal untuk menghadapi apa yang ia gambarkan sebagai serangan biadab dari

Editor: Ansari Hasyim
PressTV
Militan Hayat Tahrir al-Sham (HTS) di Suriah. 

SERAMBINEWS.COM - Pasukan Israel melancarkan serangan udara terhadap Suwayda di Suriah selatan, saat pertempuran kembali terjadi di kota yang mayoritas penduduknya Druze beberapa jam setelah pemerintah Suriah mengumumkan gencatan senjata, Selasa.

Kementerian Dalam Negeri Suriah mengatakan dalam sebuah pernyataan pada Selasa bahwa kelompok bersenjata telah melanjutkan serangan terhadap pasukan pemerintah Suriah dengan dukungan dari Angkatan Udara Israel.

Suriah mengutuk intervensi Israel sebagai pelanggaran hukum internasional, sementara tokoh Druze berpengaruh Sheikh Hikmat al-Hajri mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa pasukan pemerintah Suriahlah yang melanggar gencatan senjata yang diumumkan sebelumnya pada hari itu.

Serangan udara Israel terjadi setelah Hikmat al-Hajri mendesak pejuang lokal untuk menghadapi apa yang ia gambarkan sebagai serangan biadab dari pasukan pemerintah.

Baca juga: Suriah Kembali Memanas, 37 Orang Tewas dan 50 Luka-luka dalam Perang Saudara

Israel mengklaim serangannya terhadap wilayah selatan Suriah yang berbatasan dengan Israel dimaksudkan untuk melindungi minoritas Druze, yang dianggapnya sebagai sekutu potensial.

Dalam sebuah pernyataan yang dibagikan di media sosial, Menteri Urusan Diaspora Israel Amichai Chikli mengatakan bahwa Israel tidak bisa “berdiam diri” ketika Druze terlibat dalam pertempuran.

"Kita menyaksikan pembantaian dan penghinaan terhadap kaum Druze, dan kita harus melawan rezim terorisme di Suriah," ujar Chikli, seraya menambahkan bahwa mengakui Presiden Suriah Ahmed al-Sharaa sebagai "pemimpin sah" negara tersebut adalah "kesalahan besar".

Pertempuran antara suku Badui dan pejuang Druze setempat dilaporkan telah menewaskan lebih dari 30 orang dan melukai lebih dari 100 orang sejak Minggu di Suwayda

Faksi bersenjata Badui dan Druze telah lama berseteru di Suwayda, dengan kekerasan yang terkadang meletus.

Utusan Amerika Serikat untuk Suriah Tom Barrack mengatakan Washington sedang menghubungi semua pihak “untuk menavigasi menuju ketenangan dan integrasi”.

Osama Bin Javaid dari Al Jazeera melaporkan dari Damaskus bahwa situasi di Suwayda telah “semakin meningkat, dengan banyaknya serangan pesawat tak berawak dan udara Israel yang mereka klaim untuk mendukung pejuang Druze”.

Pemerintah Suriah umumkan 'gencatan senjata total'

Perkembangan terbaru ini terjadi beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Suriah Murhaf Abu Qasra mengumumkan gencatan senjata melalui unggahan di media sosial, yang berbunyi: "Kepada seluruh unit yang beroperasi di kota Suwayda, kami nyatakan gencatan senjata sepenuhnya."

Pengumuman Abu Qasra muncul tak lama setelah kementerian mengerahkan pasukan pemerintah untuk menghentikan pertempuran antara suku Badui dan pejuang lokal. 

Pertempuran baru-baru ini merupakan pecahnya kekerasan mematikan pertama di wilayah tersebut sejak pertempuran antara anggota komunitas Druze dan pasukan keamanan yang menewaskan puluhan orang pada bulan April dan Mei.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved