Selasa, 14 April 2026

Konflik Suriah

Pemberontak Suriah Diduga Gantung Anggota Milisi pro-Assad Pakai Excavator

Talal Daqqaq, seorang tentara pro-Assad dan salah satu tokoh paling ditakuti di Suriah, adalah seorang pemimpin Pasukan Pertahanan Nasional, yang meru

Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS/medsos
Talal Daqqaq, seorang tentara pro-Assad dan merupakan pemimpin Angkatan Pertahanan Nasional. 

SERAMBINEWS.COM - Sebuah video menjadi viral di media sosial yang menunjukkan pemberontak oposisi Suriah menyeret seseorang dan mengeksekusinya di tengah Lapangan Assi yang terkenal di Hama dengan banyak yang membagikan klip yang mengklaim orang itu adalah Talal Daqqaq.

Talal Daqqaq, seorang tentara pro-Assad dan salah satu tokoh paling ditakuti di Suriah, adalah seorang pemimpin Pasukan Pertahanan Nasional, yang merupakan milisi sukarelawan paramiliter pro-pemerintah Suriah, yang dibentuk pada November 2012.

Pasukan Pertahanan Nasional dikendalikan dan diorganisir oleh pemerintah Suriah selama Perang Saudara Suriah.

Apakah Talal Daqqaq, anggota milisi pro-Assad, dieksekusi di Hama?

Menurut beberapa aktivis Suriah, Daqqaq, yang namanya menjadi sumber ketakutan bagi banyak orang di Hama, memperdagangkan organ tahanan dan memberi makan bagian tubuh mereka kepada singa peliharaannya.

Sekarang, sebuah klip menyebar secara online mengklaim dia dieksekusi di tangan pasukan pemberontak Suriah beberapa hari setelah runtuhnya rezim Bashar Assad.

Tapi, Daqqaq muncul dalam sebuah video di mana dia menyangkal semua yang beredar tentang dirinya bahwa dia dibunuh di tangan pemberontak di depan orang-orang di Hama.

Dalam rekaman tersebut, dia muncul dan bertanya kepada seseorang tentang tanggal dan waktunya, dan Daqqaq mengonfirmasi bahwa hari itu adalah Selasa, 10 Desember yang membantah semua klaim media sosial yang meletus setelah runtuhnya rezim Assad.

Banyak aktivis Suriah menyerukan hukuman keras terhadap semua anggota rezim Suriah yang terlibat dalam menindas orang dan meminta pertanggungjawaban mereka secara tidak adil tanpa pengadilan yang adil atau menempatkan mereka di penjara karena hanya menentang rezim Assad.

Pasukan oposisi Suriah yang dipimpin oleh Hay’at Tahrir al-Sham mengumumkan operasi melawan rezim Assad pada 27 November.

Pemberontak mulai menguasai kota-kota besar mulai dari Aleppo hingga Homs, Hama dan akhirnya menggulingkan Assad dengan memasuki ibu kota Damaskus pada 8 Desember.(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved