Salam
Peringatan Tsunami Perkuat Solidaritas Kemanusiaan
Solidaritas kemanusiaan saat itu benar-benar diwujudkan, tak ada sekat agama, budaya, warna kulit, status sosial, dan seba-gainya. Yang ada saat itu a
Hari ini, 20 tahun yang lalu, Aceh mengalami bencana yang sangat dahsyat, gempa dan sekaligus tsunami menerjang bumi Serambi Mekkah. Hampir 300.000 warga Aceh meninggal dan hilang, ratusan ribu rumah dan bangunan lainnya hancur rata dengan tanah.
Menurut Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), tsuna-mi Aceh adalah bencana kemanusiaan yang paling dahsyat yang pernah tercatat dalam sejarah modern kemanusiaan. Makanya tidak heran jika seluruh mata dunia tertuju ke Aceh saat itu un-tuk berlomba-lomba memberi bantuan kemanusiaan.
Solidaritas kemanusiaan saat itu benar-benar diwujudkan, tak ada sekat agama, budaya, warna kulit, status sosial, dan seba-gainya. Yang ada saat itu adalah bagaimana cara bisa memban-tu warga Aceh yang sedang ditimpa musibah tersebut.
Makanya tidak berlebihan jika kita katakan bahwa tsunami Aceh adalah bukti nyata mementum memperkuat ikatan solida-ritas kemanusiaan. Peringatan ke-20 tahun tsunami hari ini ada-lah juga bukti bahwa ikatan solidaritas tersebut selalu ada, apa-lagi mengingat 53 negara ikut terlibat memperingatinya di Aceh.
Untuk itu, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak saling tolong menolong, bahu membahu secara bersama-sama membangun Aceh ke depan ke arah yang lebih baik. Jikapun ada sedikit ge-sekan saat Pilkada kemarin, maka anggaplah sebagai bunga-bunga demokrasi menuju pintu kedewasaan.
Sebelumnya diberitakan, Pj Gubernur Aceh Safrizal ZA, meng-ajak seluruh masyarakat Tanah Rencong untuk berkumpul di Masjid Raya Baiturrahman, Kamis (26/12/2024) hari ini, un-tuk berdzikir dan doa bersama mengenang 20 tahun tragedi gempa dan tsunami Aceh.
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Zahrol Fajri mengata-kan, puncak kegiatan peringatan 20 tahun tsunami Aceh dipu-satkan di halaman Masjid Raya Baiturrahman. Kegiatan utama peringatan tsunami ini berupa tafakur dan doa bersama.
“Peringatan 20 tahun tsunami Aceh lebih dari sekedar meng-ingat tragedi gempa dan tsunami 2004 silam, peringatan tahun-an ini memiliki peran krusial dalam menanamkan kesadaran ko-lektif akan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana,” kata Zahrol dalam keterangannya kepa-da harian ini, Rabu (25/12/2024).
Solidaritas kemanusiaan, kata Zahrol, menjadi bagian tak ter-pisahkan dalam peringatan tsunami Aceh. Berbagai perwakilan lembaga internasional dan negara sahabat yang turut memban-tu proses rekonstruksi Aceh pasca tsunami selalu dilibatkan da-lam kegiatan tahunan ini.
“Kehadiran mereka menjadi simbol komitmen berkelanjutan un-tuk mendukung upaya pembangunan berkelanjutan di Aceh dan mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peringatan 20 tahun tsunami Aceh juga menjadi ajang refleksi bagi masyarakat Aceh dan seluruh Indo-nesia, termasuk juga dunia. Refleksi atas kekuatan dan keta-hanan masyarakat dalam menghadapi bencana, semangat go-tong royong yang luar biasa, serta peran penting solidaritas bersama dalam proses pemulihan pasca tragedi bencana “Peringatan tahunan tsunami Aceh, yang konsisten diseleng-garakan setiap tanggal 26 Desember, bukan sekadar ritual me-ngenang peristiwa tragis, melainkan menjadi manifestasi nyata dari upaya memperkuat ikatan solidaritas dan membangun resi-liensi menghadapi bencana di masa mendatang,” ungkapnya.
Untuk itu, sekali lagi, mari kita jadikan peringatan 20 tahun tsunami Aceh ini sebagai momentum untuk memperkuat ikatan kemanusiaan, yaitu saling tolong menolong sesama kita. Buang perasaan mau menang sendiri, karena sebagai makhluk hidup kita memang butuh orang lain. Semoga!.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Sumur-doa-di-museum-tsunami.jpg)