Jurnalisme Warga
Mengapa Aceh Timur Miliki SMK Pusat Keunggulan Terbanyak di Aceh?
SMK-PK merupakan program pengembangan SMK yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja SMK, mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap ber
BAIHAKI, Pimpinan Media Thejurnal.id, melaporkan dari Idi Rayeuk, Kabupaten Aceh Timur
MEMASUKI awal tahun 2025, saya coba menuliskan tentang Sekolah Menengah Kejuruan Pusat Keunggulan (SMK-PK) yang tidak semuanya ada di Aceh. Bahkan, untuk wilayah X yang terdiri atas Kabupaten Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Kota Subulussalam, dan Aceh Singkil, hanya ada satu SMK-PK, yaitu SMK Negeri 1 Aceh Barat Daya.
SMK-PK merupakan program pengembangan SMK yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kinerja SMK, mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja, serta menjadi rujukan bagi SMK lainnya.
Selain itu, menjadikan SMK sebagai pusat peningkatan kualitas dan kinerja, menyelaraskan pendidikan vokasi dengan dunia kerja, serta memperkuat kemitraan dunia usaha dengan dunia industri (DUDI).
Program SMK-PK diluncurkan pada tahun 2021 sebagai salah satu program prioritas dari Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek), yang kini menjadi Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendiknas).
Program ini memiliki beberapa tujuan, di antaranya, memperkuat kompetensi ‘softskill’ dan ‘hardskill’ peserta didik, mengembangkan karakter peserta didik yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila, melatih kepala sekolah, pengawas sekolah, dan guru SMK, serta meningkatkan kualitas prasarana dan sarana yang mendukung pembelajaran sekolah.
Pada tanggal 11 Desember lalu, saya diundang oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdisdik) Wilayah Aceh Timur untuk bisa menyaksikan langsung ‘job fair’ dan ‘expo’ produk SMK-PK di kabupaten tersebut.
Tujuannya, tentu supaya saya bisa mereportasekan kegiatan itu melalui jurnalisme warga di Harian Serambi Indonesia, agar lebih jelas lagi produk apa saja yang dihasilkan oleh SMK-PK melalui ‘teaching factory’ (TeFa) di Kabupaten Aceh Timur.
‘Job fair’’ dan ‘expo’ produk SMK-PK yang berlangsung 11-12 Desember 2024 itu dibuka oleh Pj Bupati Aceh Timur, Amrullah yang memperkenalkan sekaligus mempromosikan hasil TeFa atau pembelajaran berbasis produk, baik barang maupun jasa, kepada DUDI dan masyarakat.
Ketua panitia yang juga Kepala SMK Negeri 1 Idi, Antoni Samad melaporkan, 'job fair’ dan ‘expo’ produk SMK-PK ini dihelat untuk mempromosikan TeFa agar lebih dikenal oleh DUDI dan publik.
"Ada lima SMK-PK di Aceh Timur, yaitu SMK Negeri 1 Idi, SMK Negeri Darul Aman, SMK Negeri 1 Simpang Ulim, SMK Negeri 1 Peureulak Timur, dan SMK Negeri 2 Peureulak," sebut Antoni.
Menurut Antoni, masing-masing SMK-PK memiliki produk unggulan masing-masing dalam bentuk barang dan jasa.
Kegiatan ini, selain dibuka oleh Pj Bupati Aceh Timur, juga dihadiri beberapa satuan kerja perangkat kabupaten (SKPK) dan Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Aceh Timur.
Selain itu, ada pihak DUDI yang hadir, antara lain, Sukses Bersama Tekstil Group, PT Alfa Scorpio Yamaha Cabang Langsa-Idi, dan PT Panasonic Manufacturing Indonesia.
Ada lagi PT Capella Daihatsu Banda Aceh, PT Roda Mas Auto Prima Medan, Haper Hotel Medan, CV Indobuana Raya Perkasa and Group, dan PT Cipta Rezeki Bersama (Honda Capella).
Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah Aceh Timur, Rahmatsah Putra menyampaikan bahwa SMK-PK di kabupaten ini merupakan pusat keunggulan (PK) yang terbanyak jumlahnya di seluruh Aceh, yakni lima sekolah.
"Penyelenggaraan ‘job fair’ ini merupakan kegiatan yang mempertemukan antara penyedia tenaga kerja dengan pencari kerja. Penyedia tenaga kerja menginformasikan ketersediaan atau peluang pekerjaan dalam dan luar negeri kepada lulusan SMK sesuai dengan bakat, minat, dan kompetensi yang dimiliki masing-masing," ungkap Rahmatsah.
Sementara itu, Pj Bupati Aceh Timur, Amrullah dalam sambutannya menyampaikan bahwa ia sangat mengapresiasi ‘job fair’ dan ‘expo’ yang dilakukan oleh Cabdisdik Wilayah Aceh Timur bersama SMK-PK di kabupaten ini.
"Lulusan SMK di setiap sekolah harus berdaya saing tinggi agar mampu dan bisa membangun Aceh Timur yang kita cintai ini. Mari kita menjalin kerja sama antara pemerintah kabupaten dengan pemerintah provinsi," ujar Amrullah.
Dari data yang saya peroleh, di Aceh Timur terdapat 17 SMK, 15 SMK negeri dan dua SMK swasta. Lima di antaranya berhasil menjadi pusat keunggulan sekaligus sebagai SMK-PK terbanyak di Provinsi Aceh.
Lima SMK-PK ini sudah pasti memiliki keunggulan masing-masing. Saya sudah coba rangkum keunggulan SMK-SMK tersebut.
Pertama, SMK Negeri 1 Idi, kepala sekolahnya, Antoni Samad. Sekolah ini memiliki keunggulan desain dan produksi busana. Kemudian ada servis serta perawatan kendaraan ringan dan sepeda motor.
Kedua, SMK Negeri 1 Darul Aman, sekolah ini dikepalai oleh M Ridwan. Adalun produk keunggulannya adalah teknik pendinginan udara.
Ketiga, SMK Negeri 1 Simpang Ulim, kepala sekolahnya Ramlan Ismail. Teknik kendaraan ringan merupakan produk keunggulan dari sekolah ini.
Keempat, SMK Negeri 1 Peureulak Timur, di bawah pimpinan Kamaruzzaman. Berbagai jenis kuliner yang memanjakan lidah merupakan produk unggulannya.
Kelima, SMK Negeri 2 Peureulak, dinakhhodai oleh Fauzi. Produk unggulannya adalah teknik pengelasan.
Ada yang menarik saya perhatikan. Biasanya yang ahli dalam bidang mekanik kendaraan bermotor itu adalah pria yang tak lain adalah siswa SMK Negeri 1 Idi.
Namun, kali ini saya melihat seorang wanita cantik yang masih remaja tak lain merupakan siswi dari SMK Negeri 1 Idi.
Di hadapan dan disaksikan langsung oleh Pj Bupati Aceh Timur, Amrullah, remaja putri ini dengan jemari tangannya yang lincah, berhasil memperbaiki sepeda motor yang rusak.
Amrullah terkesima melihat keahlian remaja putri ini dalam memperbaiki sepeda motor rusak. Beliau bahkan memberi apresiasi dan pujian kepada siswi yang satu ini.
"Setelah Ananda tamat sekolah nanti, semoga langsung diterima kerja di perusahaan atau lanjutkan pendidikannya ke perguruan tinggi supaya menjadi ahli teknisi mekanik yang andal," pesan Amrullah.
Saya bisa menyimpulkan, SMK-PK yang ada di Aceh Timur bisa menjadi pelopor bagi daerah lainnya untuk mengasilkan produk unggulan, karena setiap daerah dan sekolah memiliki potensinya masing-masing.
Sekolah yang menjadi SMK-PK diharapkan dapat menjadi sekolah rujukan dan pusat peningkatan kinerja kualitas sekolah di sekitarnya. Dengan demikian, SMK-PK semakin relevan dengan kebutuhan industri dan dunia kerja.
Sebab, SMK PK merupakan sebuah langkah penting dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia, khususnya Aceh, untuk menjadi tenaga kerja yang unggul dan kompeten di dunia industri.
Melalui kerja sama aktif dengan dunia usaha dan dunia industri, program ini diharapkan dapat menciptakan lulusan SMK yang siap bersaing dan memberikan dampak positif bagi kemajuan sektor industri di Indonesia. Dari Aceh, untuk Indonesia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/BAIHAKI-Redakdur-Pelaksana-The-jurnalid-melaporkan-dari-JeuniebBireuen.jpg)