Berita Banda Aceh
Pengakuan Ibunda Muhammad Rijal, Warga Pidie Korban TPPO di Kamboja
“Ditelepon saat memasuki bulan ketiga dia bekerja, di tanggal 31 Agustus kemarin. Dia bilang ‘dianiaya saya kerja mak, disiksa, disetrum saya mak...
Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Nurul Hayati
“Terakhir kami kirim setelah mencari ke sana ke mari dapat lah kami kirim uang Rp 8 juta. Tapi setelah itu diminta lagi buat uang makan, bilik kamar, dan lain-lain. Pokoknya untuk kehidupan anak kami di sana,” katanya.
Untuk menyelamatkan korban, pihak keluarga telah menghubungi berbagai pihak termasuk KBRI, namun lama baru mendapat respon.
Hingga akhirnya mendapat saran untuk minta bantuan fasilitasi kepada senator Aceh, Sudirman Haji Uma.
“Ini kami lagi kumpulin uang juga untuk pemulangan dia, siang kami kerja pergi ke sawah, malam kami olah kerupuk melinjo, karena tiket pemulangan katanya harus kami tanggung sendiri,” pungkasnya. (*)
Baca juga: Gadis Aceh Korban TPPO di Malaysia Dipulangkan dengan Selamat
| Minim Anggaran, Banyak MPU Kabupaten/Kota di Aceh Hampir “Sakaratul Maut” |
|
|---|
| Dinkes Aceh Sebut Kasus Campak di Aceh Menurun: KLB Masih Terjadi Akibat Rendahnya Imunisasi |
|
|---|
| MPU Aceh Tingkatkan Sinergi dengan MPU Kabupaten/Kota |
|
|---|
| Praktisi Kembali Ke Kampus: Isa Alima Hadir Berbagi Pengalaman di Fisip USK |
|
|---|
| Mualem Sambut Positif Usulan Mendagri Dana Otsus Kembali Jadi 2 Persen |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Salmiati-49-ibunda-Muhammad-Rijal-22-warga-Pidie-yang-menjadi-korban-TPPO-di-Kamboja.jpg)