Kasus TNI AL Tembak Bos Rental Mobil Tak Ada Pengeroyokan, Pangkoarmada: Perlu Pembuktian Lanjutan

"Mengenai pengeroyokan itu yang saya sampaikan berdasarkan informasi awal dan video yang saya terima," kata Denih

Editor: Faisal Zamzami
Kompas.com/MUHAMMAD RAMDAN
Pangkoarmada Laksamana Madya TNI Denih Hendrata menyampaikan pemaparan saat konferensi pers terkait kasus penembakan bos rental mobil di Markas Koarmada TNI AL, Jakarta, Senin (6/1/2025). TNI AL mengonfirmasi keterlibatan tiga oknum anggotanya dalam kasus pengeroyokan dan penembakan bos rental mobil yang berujung pada kematian korban di Rest Area KM 45 Tol Tangerang-Merak. (MUHAMMAD RAMDAN) 

Hal ini ditegaskan oleh Rizki Syahputra, anak korban, yang turut hadir menyaksikan rekonstruksi tersebut.

"Saya bisa menyimpulkan bahwa memang reka adegan sudah sesuai, seperti yang kami saksikan, dan untuk pengeroyokan tidak ada. Di rekonstruksi ini juga tidak ada, sudah sesuai rekonstruksinya secara keseluruhan," ujar Rizki kepada awak media, Sabtu.

Dia menambahkan, rekonstruksi yang diperagakan secara detail telah menggambarkan kejadian yang sebenarnya di lapangan.

"Ya, kami dari pihak keluarga hadir dalam rekonstruksi malam ini, meskipun sebenarnya saya masih trauma dengan kejadian yang menimpa ayah saya, apalagi saya melihat kembali langsung lokasi ini,” tambah dia.

Baca juga: Rekonstruksi Penembakan Bos Rental di Tangerang, 3 Tersangka Dihadirkan, fakta Baru Terungkap

Fakta-fakta Rekonstruksi Penembakan Bos Rental Mobil

Rekonstruksi penembakan bos rental mobil, Ilyas Abdurahman, di rest area KM 45 Tol Tangerang-Merak, Banten, pada Sabtu (11/1/2024) dini hari, telah mengungkap sejumlah fakta baru.

Proses rekonstruksi penembakan di rest area Tol Tangerang-Merak yang digelar oleh Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Laut (Puspomal) ini menghadirkan tiga tersangka, yakni Sertu AA, Sertu RH, dan Kelasi Kepala (KLK) BA.

Selain itu, dua anak korban penembakan, Agam Muhammad dan Rizki Syahputra, juga hadir sebagai saksi.

Dalam rekonstruksi tersebut, para tersangka memperagakan sebanyak 36 adegan yang dimulai dari pertemuan dengan korban di Saketi, Pandeglang, hingga terjadinya penembakan di rest area, yang menyebabkan Ilyas tewas dan seorang rekannya, Ramli, mengalami luka tembak.

Pelaku 2 Kali Todongkan Senjata Api

Fakta mengejutkan terungkap dari rekonstruksi ini. Rizki Syahputra, anak korban, menyatakan bahwa ayahnya ditodong senjata api sebanyak dua kali oleh para pelaku, sebelum akhirnya ditembak dari jarak dekat.

 
"Ternyata ayah saya itu dua kali ditodong senjata, pertama saat di Saketi Pandeglang, dan ternyata setelah reka adegan ini, aksi penodongan itu sampai dua kali," ujar Rizki kepada media setelah menyaksikan rekonstruksi di lokasi, Sabtu (11/1/2025).

Ia juga menambahkan bahwa penembakan terhadap ayahnya dilakukan sebanyak empat kali.

“Perlakuan itu belum termasuk dengan penembakan terhadap ayah saya. Jadi, ditambah penembakan yang saya ingat saat itu ada empat kali tembakan,” sambungnya.

Tidak Ada Pengeroyokan

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved