Citizen Reporter
Menyaksikan Pesta Rakyat Terbesar di Pulau Pinang
NAMA Pulau Pinang atau lazim disebut Penang tentunya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Aceh.
NURUL HIKMAH, S.Pd.I., M.A., Guru SMAN 10 Fajar Harapan Banda Aceh, melaporkan dari Penang, Malaysia
NAMA Pulau Pinang atau lazim disebut Penang tentunya sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Aceh. Jarak Banda Aceh-Penang yang hanya membutuhkan waktu kurang dari dua jam menggunakan pesawat terbang, membuat negeri (provinsi) ini menjadi destinasi favorit masyarakat Aceh.
Banyaknya rumah sakit ternama dan pusat perbelanjaan yang tersebar merata di daerah ini, menjadikan Penang selalu ramai dikunjungi masyarakat yang ingin melakukan 'check-up' rutin atau sekadar berbelanja di kawasan George Town, sebuah kota tua peninggalan British yang kini menjadi ibu kota Negeri Pulau Pinang.
Selain itu, budaya dan gaya hidup masyarakat Melayu Penang yang sangat dekat dengan budaya rakyat Aceh menambah daya tarik negeri yang terletak di sebelah barat laut negara Malaysia tersebut.
Demikian pula dengan harga barang yang ditawarkan di pusat perbelanjaan di Penang juga sangat cocok dengan kocek para turis yang datang dari Serambi Makkah.
Namun, di balik beberapa tujuan masyarakat Aceh mengunjungi Penang, ternyata negeri ini menawarkan hal-hal besar lainnya yang jarang terpublikasi oleh media. Salah satunya adalah keberadaan sebuah universitas terbaik di Malaysia yang terletak di Pulau Penang, yaitu Universiti Sains Malaysia (USM).
Ada banyak mahasiswa asal Aceh yang sedang belajar di universitas yang termasuk dalam kategori "top ten university terbaik" di Malaysia dan juga menduduki ranking 146 universitas terbaik di dunia menurut QS World University Rankings 2025. Kebanyakan mahasiswa dari Aceh tersebut sedang menempuh studi di jenjang master dan doktoral.
Tentu saja keterkaitan Aceh dengan Penang bukan hanya karena hal-hal tersebut di atas saja. Ada sebuah perhelatan besar-besaran yang digelar setiap bulan Desember di negeri ini. Acara pesta rakyat yang dilaksanakan satu bulan penuh ini disebut Pesta Pulau Pinang.
Sayangnya, kebanyakan pelancong dari Aceh tidak mengetahui tentang keberadaan pesta rakyat tersebut karena diadakan di daerah yang agak jauh dari pusat kota George Town, yaitu area Tapak Pesta di dekat terminal bus wilayah Sungai Nibong.
Ada banyak hal yang menarik dari perayaan tahunan ini, karena kita dapat menemukan banyak sekali jenis permainan, atraksi, taman yang indah untuk tempat berswafoto, dan juga banyak jenis makanan lezat dari berbagai macam daerah yang juga ditawarkan di sini.
Selain itu, juga tersedia berbagai macam belanjaan dengan harga yang sangat miring jika dibandingkan dengan harga di pusat perbelanjaan lainnya, seperti sepatu, tas, jaket, baju, ambal, dan barang-barang impor lainnya.
Ditambah lagi untuk perayaan pada akhir tahun 2024 lalu, perhelatan tersebut dilaksanakan mulai tanggal 21 Desember 2024 sampai dengan 2 Februari 2025.
Kemungkinan besar waktu ini disesuaikan dengan libur Natal dan tahun baru beserta libur Hari Raya Imlek di akhir bulan Januari 2025 nanti. Atau jangan-jangan acara ini juga sengaja disesuaikan dengan jadwal libur semester I bagi siswa-siswi yang bersekolah di Indonesia.
Namun, yang paling berkesan bagi saya adalah keberadaan beberapa stan yang ternyata sudah menjadi bangunan permanen sebagai ikon di tapak pesta. Di antara empat stan tersebut, ada tiga stan yang berasal dari Indonesia, salah satunya stan dari Provinsi Aceh. Sedangkan tiga stan lainnya merupakan rumah adat dari Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Thailand.
Jika diperhatikan dengan saksama isi stan dari Provinsi Aceh tidak jauh berbeda dengan isi stan beragam rumah adat Aceh yang ada di Taman Sultanah Safiatuddin Banda Aceh saat perhelatan seperti Pekan Kebudaan Aceh (PKA) diselenggarakan. Ada berbagai macam pakaian adat, pelaminan, barang-barang bermotif Aceh, kue tradisional Aceh, dan kopi Gayo.
Citizen Reporter
Penulis Citizen Reporter
Menyaksikan Pesta Rakyat Terbesar di Pulau Pinang
Pulau Pinang
Malaysia
NURUL HIKMAH
| 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Lulus Program Student Exchange ke Brunei Darussalam 2026 |
|
|---|
| Ikhtiar India Menghadirkan Hunian Layak bagi Masyarakat Miskin Kota |
|
|---|
| Menjalani Puasa Ramadhan di Musim Dingin Barat Irlandia |
|
|---|
| TPQ Ahlul Fikri Gelar Festival Ramadhan di Gampong Cot Yang, Cetak Generasi Qurani Sejak Dini |
|
|---|
| Sikap Cerdas Indonesia Bangun Hotel di Pusat Peradaban Islam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/NURUL-HIKMAH-2025.jpg)