Berita Aceh Utara

Mahasiswa KKN Unimal Edukasi Pemasaran kepada Pemilik Usaha Kerupuk di Aceh Utara

Mahasiswa KKN Unimal memberikan saran untuk meningkatkan pemasaran dengan strategi yang lebih kreatif, seperti penggunaan label produk dan...

Penulis: Jafaruddin | Editor: Nurul Hayati
Dok Mahasiswa Unimal
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 211 Unimal mengunjungi dan mengedukasi Haidar (49), pemilik usaha kerupuk di Gampong Matang Panyang, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, Senin (20/1/2025). Foto 

Mahasiswa KKN Unimal memberikan saran untuk meningkatkan pemasaran dengan strategi yang lebih kreatif, seperti penggunaan label produk dan memanfaatkan platform online.

Laporan Jafaruddin Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM,LHOKSUKON – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 211 Universitas Malikussaleh (Unimal) memberikan edukasi kepada Haidar (49), pemilik usaha kerupuk di Gampong Matang Panyang, Kecamatan Baktiya Barat, Aceh Utara, Senin (20/1/2025).

Usaha yang selama ini dijalankan secara mandiri dan tradisional oleh Haidar, kini mendapat masukan mengenai pemasaran yang lebih modern untuk mengembangkan usaha tersebut.

Dengan memproduksi kerupuk secara manual di rumah dan dibantu oleh anggota keluarganya, Haidar memasarkan produk kerupuk ke warung-warung sekitar.

Meskipun usaha ini sudah berjalan lama, Haidar mengakui masih terbatas pada pasar lokal dan belum memanfaatkan potensi pemasaran online yang semakin berkembang.

Mahasiswa KKN Unimal memberikan saran untuk meningkatkan pemasaran dengan strategi yang lebih kreatif, seperti penggunaan label produk dan memanfaatkan platform online.

Baca juga: Puluhan Dosen ASN Demo Tukin di Unimal

Ketua kelompok KKN 211 Hafidz Hikmal, menilai langkah ini dapat memperluas jangkauan pasar dan meningkatkan daya saing usaha kerupuk tersebut.

Dengan dukungan ini, diharapkan usaha kerupuk yang dijalankan oleh Haidar dan keluarganya dapat berkembang lebih besar dan mencapai pasar yang lebih luas, menciptakan peluang ekonomi yang berkelanjutan bagi keluarga dan masyarakat setempat.

Dalam melaksanakan usahanya Haidar dibantu oleh anggota keluarganya dalam setiap tahap proses produksi, mulai dari pembuatan hingga distribusi.

Produk kerupuk tersebut kemudian dipasarkan di warung-warung sekitar lingkungan tempat tinggalnya.

Menurut Haidar, usaha ini masih bersifat tradisional dan belum memiliki akses ke pasar online.

“Dengan usaha ini, kami berharap bisa mencukupi kebutuhan hidup keluarga sekaligus membuka peluang untuk pengembangan usaha lebih besar di masa depan,” ujar Haidar.(*)

Baca juga: Demo Tukin, Ini Lima Tuntutan Dosen Unimal kepada Presiden Prabowo

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved