Minggu, 10 Mei 2026

Opini

Banda Aceh Kembali Mengulang Sejarahnya

bisa jadi, peristiwa sejarah yang telah terjadi ratusan tahun yang lampau, kejadian sejarah itu akan terulang kembali di zaman ini dengan tokoh sejara

Tayang:
Editor: mufti
SERAMBINEWS/dok facebook
Nab Bahany As, budayawan tinggal di Banda Aceh. 

Akan tetapi siklus sejarahnya memperlihatkan, kemunculan Illiza Sa'aduddin Djamal sebagai memimpin Kota Banda Aceh sejak dari wakil wali kota Banda Aceh 2007-2012, dan berlanjut dari  2012 hingga dilantik menjadi wali kota Banda Aceh pada 2014-2017, sampai Illiza tampil kembali memimpin kota Banda Aceh 2025-2030 hasil Pilkada 2024. Adalah merupakan siklus pengulangan sejarah dalam kepemimpinan perempuan di Kota Banda Aceh, yang dulu kota peunulang Kesultanan Aceh ini pernah menjadi Ibukota Kerajaan Aceh Darussalam yang pernah dipimpin oleh empat perempuan hebat bergelar Sultanah.

Sekarang, Kota Banda Aceh sebagai ibu kota Provinsi Aceh, juga kembali dipimpin oleh seorang perempuan, yang dalam sepanjang sejarah Pemilihan Langsung pemimpin daerah di Aceh, mulai dari Gubernur, hingga bupati/wali kota, belum pernah ada sosok perempuan yang tampil menjadi pemimpin daerah baik di tingkat gubernur, maupun bupati/wali kota, kecuali Illiza Sa'aduddin Djamal.

Namun demikian, penulis belum berani mengatakan, atau bahkan untuk membandingkan cicit dari ulama besar Aceh Tgk Chiek Oemar Diyan ini dengan empat pemimpin perempuan (Sultanah) yang pernah memimpin kerajaan Aceh Darussalam dulu. Walaupun dalam sejarah Aceh kontemporer hari ini, kehadiran Illiza Sa'aduddin Djamal sebagai pemimpin rakyat dan kepala pemerintahan Kota Banda Aceh, adalah “Sultanah” dalam perspektif  pengulangan sejarah kepemimpinan Kota Banda Aceh di abad modern kembali dipimpin seorang perempuan “Sultanah” bernama Illiza Sa'aduddin Djamal.

Walaupun sebenarnya praktik kepemimpinan wanita dalam sejarah Aceh tak hanya dimulai oleh empat Sultanah di kerajaan Aceh Darussalam. Tapi jauh sebelum itu, beberapa kerajaan di Aceh juga telah dipimpin oleh perempuan. Kerajaan Islam Perlak pernah dipimpin oleh Putri (Sultanah) Nurul A'la, Kerajaan Islam Samudera Pasai pernah dipimpin oleh Sultanah Nahrisyah, Kerajaan Tamiang pernah dipimpin oleh Putri Lindung Bulan, dan Kerajaan Syamtalira (Bayu Lhokseumawe) tunduk pada Kerajaan Samudra Pasai pernah dipimpin oleh perempuan bernama Putri Nun Parisi.

Bahkan jauh sebelum Islam datang ke Aceh, kerajaan Hindu yang ada di Aceh juga ada yang dipimpin oleh perempuan. Seperti kerajaan Indrapuri di Aceh Besar, kerajaan ini dipimpin oleh seorang ratu. Makanya, kerajaan Hindu ini dinamakan Indrapuri, yang berarti Kota Ratu.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved