Senin, 20 April 2026

Jurnalisme Warga

Sejuknya Air di Wahana Pemandian Lubuk Indah

Lokasi Wahana Lubuk Indah yang berada di Desa Gunung Ketek, Kemukiman Pantan Luas ini, memang sedikit masuk ke dalam dari arah Simpang Empat Samadua.

Editor: mufti
IST
BAIHAKI, Pimpinan Redaksi Media Thejurnal.id, melaporkan dari Samadua, Aceh Selatan 

BAIHAKI, Pimpinan Redaksi Media Thejurnal.id, melaporkan dari Samadua, Aceh Selatan

MINGGU, 2 Februari 2025 sebelum balik ke Banda Aceh, saya menyempatkan diri berkunjung ke Desa Gunung Ketek, Kemukiman Pantan Luas, Kecamatan Samadua, Kabupaten Aceh Selatan. Di lokasi ini baru saja dibuka tempat wisata "Wahana Lubuk Indah".

Aceh Selatan yang dijuluki "Nagari Tuan Tapa"  dengan ibu kotanya Tapaktuan dan sering dijuluki "Kota Naga", terkenal destinasi wisatanya  berpanorama  indah, eksotis, dan masih alami. Objek wisata seperti ini banyak kita jumpai mulai dari Labuhan Haji hingga ke Trumon.

Khusus di Kecamatan Samadua, ada beberapa tempat wisata yang memanjakan mata para pengunjung, di antaranya Pantai Pasir Putih (Kasiak Putiah), Kolam Pantai Putih, Pemandian Air Terjun Ie Dingin, yang lokasinya di pinggir jalan lintas Banda Aceh-Tapaktuan, dan Sungai Sikabu.

Selain tempat wisata tersebut, ada lagi Wahana Lubuak (Lubuk) Indah yang baru saja di-launching pada 20 Desember 2024. Lokasi ini sudah banyak dikunjungi oleh warga lokal, juga dari luar daerah Aceh Selatan, bahkan dari Sumatera Utara.

Lokasi Wahana Lubuk Indah yang berada di Desa Gunung Ketek, Kemukiman Pantan Luas ini, memang sedikit masuk ke dalam dari arah Simpang Empat Samadua.

Namun, ketika kita tiba di lokasi, disuguhi pemandangan alam yang sangat indah, apalagi melalui Sungai Sikabu yang juga tempat wisata dengan bebatuan besar, airnya jernih dan bersih.

Di lokasi ini juga banyak pohon durian. Kebetulan saat saat saya berada di lokasi, durian sedang musima. Durian Pantan Luas ini terkenal tebal isinya, manis, berwarna kuning dan tembaga.

Wahana Lubuk Indah saat ini memiliki empat buah kolam. Airnya langsung dari pegunungan yang sejuk. Tentu saja ketika mandi kita sangat menikmati, apalagi airnya sangat bersih karena selalu berganti dengan air yang baru.

Destinasi wisata ini milik swasta itu sedang viral dan diserbu pengunjung dari berbagai penjuru. Faktanya, setiap hari dan menjelang tahun baru 2025, lokasi tersebut dipadati pendatang hingga terjadi kemacetan kendaraan.

Saat bincang-bincang dengan owner Wahana Lubuk Indah, Rafly, lebih dikenal dengan Rafly Kande yang sedang berada di lokasi, mengatakan, ia membuka destinasi wahana ini dalam waktu sembilan bulan mengadirkan objek wisata berkelas nasional dilengkapi Keranjang Sultan.

Rafly yang juga seorang seniman Aceh ini mengaku, hanya dalam waktu lebih kurang sembilan bulan berhasil menghadirkan destinasi wisata terbaru di areal seluas tiga hektare.

“Tidak butuh lama, berkat dukungan masyarakat disertai kerja keras dan kesungguhan, hanya sembilan bulan lahan yang semula berantakan berhasil menjadi objek wisata  terkemuka. Alhamdulillah saban hari padat pengunjung,” ucap

mantan anggota DPD-RI dan juga mantan Anggota Komisi VI DPR-RI asal Aceh ini.

Tempat wisata ini, kata Refly, lebih mengarah kepada strategis history filosofi geografis, di mana anugerah alam ciptaan Allah dimanfaatkan sebaik mungkin untuk destinasi wisata alami dan islami.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved