Breaking News

Berita Banda Aceh

Heboh Disebut Penyusup, Kemenag Bantah, Ungkap Sosok yang Melihat Hilal di Aceh Utusan Pusat dari NU

Kedua perukyat tersebut berasal dari Jawa Timur dan merupakan perukyat dari Nahdlatul Ulama atau NU yang mendapat surat tugas dari Kementerian Agama R

Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
ACEH PENENTU RAMADHAN - Hasil pemantauan rukyatul hilal di Aceh dilaporkan ke pusat, kemudian pusat mengumumkan dalam sidang isbat di Jakarta oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. Berdasarkan pemantauan di 121 titik di Indonesia, hilal hanya terlihat di Aceh pada Jumat (28/1/2025) atau bertepatan 29 Sya’ban, sehingga 1 Ramadhan 1446 Hijriah di Indonesia diputuskan jatuh pada Sabtu, 1 Maret 2025. 

Kedua perukyat tersebut berasal dari Jawa Timur dan merupakan perukyat dari Nahdlatul Ulama atau NU yang mendapat surat tugas dari Kementerian Agama RI (pusat) untuk memantau hilal awal Ramadhan 1446 H di Pusat Observatorium Teungku Chik Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, Jumat (28/1/2025).

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Hilal penetapan awal Ramadhan 1446 Hijriah di Aceh disaksikan oleh dua perukyat profesional utusan Kemenag RI.

Kedua perukyat tersebut berasal dari Jawa Timur dan merupakan perukyat dari Nahdlatul Ulama atau NU yang mendapat surat tugas dari Kementerian Agama RI (pusat) untuk memantau hilal awal Ramadhan 1446 H di Pusat Observatorium Teungku Chik Kuta Karang, Lhoknga, Aceh Besar, Jumat (28/1/2025).

Hasil pemantauan ini kemudian diumumkan dalam sidang isbat di Jakarta oleh Menteri Agama Nasaruddin Umar. 

Berdasarkan pemantauan di 121 titik di Indonesia, hilal hanya terlihat di Aceh pada Jumat (28/1/2025) atau bertepatan 29 Sya’ban. 

Informasi ini disampaikan oleh Tim Falakiyah Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra.

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan video berisikan penjelasan tentang pemantauan hilal di Lhoknga oleh Ketua MPU Aceh Teungku Faisal Ali.

Baca juga: Buya Yahya Jelaskan Hukum Puasa Saat Belum Mandi Junub dan Bahaya Ghibah Bagi yang Berpuasa

Di dalam video berdurasi 6 menit 11 detik tersebut pria yang akrab disapa Lem Faisal tersebut menjelaskan bahwa hilal penetapan awal Ramadhan dilihat oleh perukyat asal Gresik, Jawa Timur.

Di dalam video tersebut, Faisal Ali juga menegaskan bahwa yang diambil sumpah oleh Mahkamah Syariyah Jantho bukanlah saksi yang menyaksikan hilal, meskipun kedua saksi tersebut hadir di lokasi pemantauan hilal.

Tim Falakiyah Kemenag Aceh, Alfirdaus Putra juga membenarkan informasi yang disampaikan oleh Teungku Faisal Ali.

Alfirdaus mengungkapkan, kedua perukyat yang berasal dari Nahdhatul Ulama tersebut merupakan praktisi hisab rukyat dari Gresik dan Sidoarjo.

Adapun identitas kedua perukyat tersebut yakni, Muhammad Inwan Nudin (48), merupakan pengurus Lembaga Falakiyah Nahdatul Ulama dan Muchammad Qolbir Rohman, (38), merupakan guru di Jawa Timur.

“Kedua perukyat ini merupakan tenaga profesional yang diutus oleh Kemenag RI. Mereka juga sudah mengantongi surat tugas dari Kemenag untuk melakukan pemantauan hilal di Aceh,” ujarnya.

Baca juga: Resep Minuman Herbal dr Zaidul Akbar Agar Tetap Kuat Berpuasa & Ibadah Lain, Ibu Menyusui Juga Bisa 

Dia menyayangkan beredarnya  isu liar tentang keberadaan penyusup saat pemantauan hilal awal Ramadhan di Lhoknga.

“Itu tidak benar sama sekali. Yang melihat hilal kemarin adalah tenaga profesional yang fokus pada pemantauan hilal di daerahnya, mereka adalah pakar falakiyah Lembaga Falakiyah Nahdhatul Ulama,” ungkap Firdaus.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved