Berita Subulussalam

HRB Periksa Limbah PMKS PT MSB, Ini Respons Pihak Perusahaan Atas Teguran Distanbunkan Subulussalam

Pemeriksaan itu sebagai respons atas laporan masyarakat yang memprotes limbah dari PT MSB karena diduga mencemari sungai.

Penulis: Khalidin | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
PT MSB - Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Mandiri Sawit Bersama (MSB) Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam. Foto direkam baru-baru ini. 

Pemeriksaan itu sebagai respons atas laporan masyarakat yang memprotes limbah dari PT MSB karena diduga mencemari sungai.

Laporan Khalidin Umar Barat I Subulussalam

SERAMBINEWS.COM, SUBULUSSALAM - Persoalan limbah Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Mitra Sawit Mandiri atau MSB turut menjadi perhatian Wali Kota Subulussalam Haji Rasyid Bancin atau HRB.

Hal itu terpantau dalam postingan di laman media sosial Facebook @Hajirasyidbancinhrb, Rabu (12/3/2025).

HRB memosting kegiatannya melakukan pemeriksaan Limbah PT Mitra Sawit Bersama (MSB) di Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Pemeriksaan itu sebagai respons atas laporan masyarakat yang memprotes limbah dari PT MSB karena diduga mencemari sungai.

Aksi turun lapangan ini juga diikuti Asisten I Setdako Subulussalam, Asrul Assani, Kepala Dinas Perhubungan Sarkani Pohan, dan tim lainnya.

Dia pun menjelaskan limbah pabrik jika tidak dikelola dengan baik, maka akan berdampak terhadap lingkungan.

Baca juga: Aktivis Lingkungan Minta Pemko Subulussalam Tinjau Ulang Izin Operasional PMKS MSB II Namo Buaya

Dampaknya, tulis HRB bisa pencemaran Air. "Limbah pabrik dapat mencemari sumber air, seperti sungai, danau, dan laut, sehingga mengganggu kehidupan akuatik dan manusia," kata HRB

Limbah juga bisa menyebabkan pencemaran tanah. Dikatakan, limbah pabrik dapat mencemari tanah, sehingga mengganggu kehidupan tanaman dan hewan

HRB juga mengaku jika pencemaran udara dapat terjadi akibat limbah pabrik.

"Limbah pabrik dapat mencemari udara, sehingga mengganggu kesehatan manusia dan kehidupan hewan," ujar HRB.

"Akan berdampak pula bagi kesehatan Mari sama-sama kita peduli lingkungan," tandas Pimpinan Pondok Pesantren Darur Rasyid Silatong, Kecamatan Suro, Aceh Singkil ini.

Sebelumnya, seorang aktivis lingkungan, Muzir Maha, menyoroti Pabrik Minyak Kelapa Sawit (PMKS) PT Mandiri Sawit Bersama (MSB) Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam.

Baca juga: Belum Berikan Laporan Izin Usaha, Distanbunkan Subulussalam Layangkan Surat Teguran ke PT MSB 

Hal ini disampaikan Muzir Maha kepada Serambiniews.com Selasa (11/3/2025) dan menilai jika pabrik ini dinilai belum layak operasi.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved