Rabu, 22 April 2026

Kupi Beungoh

Tradisi Ziarah Kubur Pada Hari Raya Sudah Mulai Dilupakan 

Ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga pada hari raya dapat digolongkan sebagai orang Aceh yang memiliki landasan dalam ajaran Islam.

Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Tokoh Masyarakat Aceh Barat, Suandi 

*) Oleh: Suandi

PERUBAHAN zaman dan gaya hidup masyarakat di era yang serba modern sekarang ini, telah membuat tradisi ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga pada hari raya kurang penting dilakukan masyarakat pada dewasa ini.

Konon lagi dengan terjadi perubahan nilai-nilai sosial masyarakat sudah menganggap tradisi ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga sudah kurang relevan dalam kehidupan sehari-hari sekarang ini.

Apa lagi dengan kurang pendidikan agama tentang hikmah ziarah kubur orang tua dan sanak kelurga sudah membuat masyarakat kurang motivasi untuk melaksanakan ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga pada hari raya

Ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga pada hari raya dapat digolongkan sebagai orang Aceh yang memiliki landasan dalam ajaran Islam.

Ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga pada hari raya harus dilakukan sesuai menurut ajaran Islam.

Ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga diperbolehkan dalam ajaran Islam untuk mendoakan kepada orang tua dan sanak keluarga yang telah meninggal, untuk dapat membantu seseorang mengingat kerpada kematian dan kehidupan negeri akhirat serta untuk mengambil pelajaran dari kehidupan orang yang telah meninggal dunia dan untuk memahami pentingnya kehidupan negeri akhirat. 

Kalau ziarah kubur untuk meminta bantuan dari roh arwah dan atau untuk meminta pertolongan dari roh arwah serta untuk melakukan ritual atau kebiasaan-kebiasaan lain yang tidak sesuai dengan ajaran Islam, maka ziarah kubur yang dil;akukan tersebut  tidak diperbolehkan dan atau diharamkan dalam ajaran Islam.

Disinilah umat Islam yang perlu diwaspadai dan diperlukan kehati-hatian dalam melaksanakan ziarah kubur jangan sampai jatuh musrik. Batasan boleh dan tidak boleh ziarah kubur terletak pada sesuai atau tidak sesuai dilakukan menurut ajaran Islam.

Dalam ajaran Islam, ziarah kubur diperbolehkan dan bahkan dianjurkan selama seseorang melakukan ziarah kubur untuk membantu dirinya mengingat kepada kematian dan kehidupan negeri akhirat,

untuk mendoakan kepada orang tua dan sanak kelurga yang telah meninggal dan memohon keampunan bagi mereka, serta untuk mengambil pelajaran pada mareka yang telah meninggal sehingga terdorong seseorang untuk meningkatkan iman, dan ketakwaan serta meningkatkan amal ibadah untuk bekal kembali ke negeri akhirat. 

Fenomena yang muncul sekarang ini, kita sudah mulai sudah mulai mulupakan ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga pada hari raya, karena sibuk dengan urusan-urusan pribadi, sibuk dengan pangkat dan jabatan yang disandannya, serta sudah terlena dengan harta yang dimilikinya sehingga sudah lupa kepada orang tua dan sanak keluarga yang telah tiada.

Pada hal kita selaku anak yang shaleh memiliki kewajiban melihat pusara orang tua dan sanak keluaga yang telah meninggal dan mengirim doa kepada mareka agar diampuni segala dosa, dijauhkan azab kubur dan diterima segala amal ibadahnya serta ditempatkan nanti dalam syurga di negeri akhirat kelak.

Kemudian untuk dirinya akan muncul kesadaran ingat kepada kematian dan kehidupan hari akhirat, meningkatkan rasa syukur atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT serta meningkatkan rasa kasih sayang dan kepedulian terhadap orang lain.

Ada beberapa alasan yang sangat menonjol tradisi ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga pada hari raya sudah mulai dilupakan oleh masyarakat.  

Perubahan zaman membuat masyarakat membuat tradisi ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga sudah dianggap kurang penting lagi dilakukan di tengah-tengah kehidupan masyarakat.

Perubahan gaya hidup sudah tidak mau lagi menghabiskan waktu untuk melaksanakan ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga.

Perubahan nilai-nilai sosial  sudah menganggap tradisi ziarah kubur sudah kurang relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Kurang pendidikan agama sudah membentuk sikap dan perilaku masyarakat tidak mau lagi menghabiskan waktu untuk melaksanakan ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga. 

Perubahan Zaman dari Tradisional ke Moderen 

Perubahan zaman dari tradisional ke moderen sudah mempengaruhi pola hidup masyarakat dalam berkomunikasi, berinteraksi dan beraktivitas sehingga masyarakat menganggap tradisi ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga sudah dianggap kurang penting lagi dilakukan di tengah-tengah kehidupan masyarakat.  

Perubahan Gaya Hidup Masyarakat

Perubahan gaya hidup masyarakat yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi, perubahan ekonomi masyarakat, perubahan demografi dan media sosial sudah membentuk sikap dan perilaku masyarakat tidak mau lagi menghabiskan waktu untuk melaksanakan ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga pada hari raya

Perubahan Nilai-Nilai Sosial daLam Masyarakat

Perubahan nilai-nilai sosial dalam masyarakat sudah mempengaruhi cara berpikir dan berpendapat serta cara mengambil keputusan terhadap sesuatu hal sehingga menganggap tradisi ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga pada hari raya dianggap sudah kurang relevan lagi dengan perkembangan zaman sekarang ini. 

Kurangnya Pendidikan Agama Masyarakat

Kurangnya pendidikan agama masyarakat sudah berimbas kurangnya pemahaman agama, dan kesadaran dalam beragama sehingga masyarakat menganggap tradisi ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga pada hari raya hanya sebagai tradisi yang tidak terlalu penting dalam kehidupan masyarakat. 

Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa tradisi ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga pada hari raya dapat digolongkan sebagai tradisi orang Aceh yang memiliki landasan dalam ajaran Islam.

Ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga harus dilakukan sesuai menurut ajaran Islam.

Ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga diperbolehkan dalam ajaran Islam hanya untuk mendoakan kepada orang tua dan sanak keluarga yang telah meninggal, untuk dapat membantu seseorang mengingat kerpada kematian dan kehidupan negeri akhirat serta untuk mengambil pelajaran dari kehidupan orang yang telah meninggal dunia dan memahami pentingnya kehidupan negeri akhirat.

Ada beberapa alasan yang sangat menonjol tradisi ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga pada hari raya sudah mulai dilupakan oleh masyarakat.

Pertama, karena perubahan zaman membuat masyarakat membuat tradisi ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga sudah dianggap kurang penting lagi dilakukan dalam kehidupan masyarakat.

Kedua, karena perubahan gaya hidup sudah tidak mau lagi menghabiskan waktu untuk melaksanakan ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga.

Ketiga, karena perubahan nilai-nilai sosial  sudah menganggap tradisi ziarah kubur sudah kurang relevan dalam kehidupan sehari-hari.

Keempat, karena kurang pendidikan agama sudah membentuk sikap dan perilaku masyarakat tidak mau lagi menghabiskan waktu untuk melaksanakan ziarah kubur orang tua dan sanak keluarga pada hari raya(*)

*) PENULIS adalah Tokoh Masyarakat Aceh Barat

KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.

Artikel KUPI BEUNGOH lainnya baca DI SINI

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved