Kupi Beungoh
Keutamaan Silaturrahmi di Hari Raya Idul Fitri
Dalam Islam, silaturahmi mengacu pada upaya menjaga hubungan baik, kasih sayang dan persaudaraan dengan sesama manusia
Oleh: Dr. Ainal Mardhiah, S Ag, M.Ag
Hari raya, hari bersuka cita, hari bahagia, hari menyambung silaturrahmi setelah satu bulan umat Islam berpuasa.
Misalkan ada salah kata, salah sikap dengan sahabat, teman, kerabat, keluarga dan tetangga pada hari yang fitri ini mari saling memaafkan.
Di hari yang fitri ini, semua bersih, bersih hati, bersih badan, bersih pikiran, saling memafkan sebagai tanda kita adalah orang-orang bertakwa.
Ada banyak kita lihat perselisihan diantara saudara, karena masalah harta, warisan, perselihan karena salah paham, salah komunikasi, iri dengki atau sebab lainnya sampai-sampai terputus silaturrahmi, tidak saling berkunjung, saling menjelekkan, saling menghindari, maka dihari raya 'Idul Fitri adalah momen yang tepat untuk saling memaafkan dan menyambung kembali silaturahim yang sempat putus atau renggang. Kenapa menyambung silaturahmi itu penting?
Makna silaturrahmi
Silaturahmi berasal dari dua kata dalam bahasa Arab: "silah" yang berarti hubungan, dan "rahim" yang berarti kasih sayang.
Dalam Islam, silaturahmi mengacu pada upaya menjaga hubungan baik, kasih sayang dan persaudaraan dengan sesama manusia, terutama dengan keluarga dan kerabat.
Sebagaimana yang disebut dalam hadits berikut ini: "Bukanlah bersilaturahmi orang membalas kunjungan atau pemberian, tetapi yang bersilaturahmi adalah yang menyambung apa yang putus.” (HR. Bukhari)
Amirulloh Syarbini mengatakan bahwa silaturahmi adalah menghubungkan sesuatu yang memungkinkan terjadinya kebaikan dan menolak sesuatu yang memungkinkan terjadinya keburukan dalam batas kemampuan. Dengan demikian, silaturrahmi adalah menyambung kembali hubungan yang renggang atau putus dengan alasana cinta dan sayang.
Perintah Bersilaturrahmi
"Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan dari padanya Allah menciptakan isterinya; dan dari pada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu. (QS. An-Nisa': 1)
Dalam banyak Hadits Rasulullah SAW mengingatkan agar umat Islam menyambung silaturrahmi: "Beribadahlah pada Allah SWT dengan sempurna jangan syirik, dirikanlah sholat, tunaikan zakat, dan jalinlah silaturahmi dengan orang tua dan saudara". (HR. Bukhari). Dalam hadits lain Rasulullah menyebutkan; "Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi." (HR. Abu Hurairah).
Keutamaan Menyambung Silaturrahmi
Begitu pentingnya silaturahmi bagi umat Islam, sampai-sampai Rasulullah mengatakan bahwa tidak akan masuk syurga orang-orang yang memutuskan silaturahmi. Dari Jubair bin Muth‘im ra ia berkata, Rasulullah SAW bersabda: “Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahmi.” (Muttafaqun ‘alaih).
Keutamaan lainnya adalah;
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Ainal-Mardhiah-SAg-MAg_Dosen-Pascasarjana-UIN-Ar-Raniry-Banda-Aceh.jpg)