Kupi Beungoh
Keutamaan Silaturrahmi di Hari Raya Idul Fitri
Dalam Islam, silaturahmi mengacu pada upaya menjaga hubungan baik, kasih sayang dan persaudaraan dengan sesama manusia
Jika selama ini silaturahmi dengan saudara, kawan, kerabat, guru, sahabat dan lainnya yang sempat renggang atau terputus karena ada masalah, maka dengan alasan cinta dan persaudaraan karena Allah, masalah-masalah yang ada agar dapat didiskusikan untuk mendapat solusi terbaik, sehingga silaturahmi tersambung kembali.
Jika masalahnya karena hutang, maka kembalikan hutang tersebut kapada pemiliknya sesuai perintah Hadits berikut ini: "Berikanlah kepadanya, karena sesungguhnya yang terbaik di antara kalian adalah orang yang paling baik menunaikan utangnya." (HR. Muttafaq 'alaih).
Kalau putusnya silaturahmi karena masalah pembagian warisan sebagaimana sering kita lihat, maka bagilah warisan sesuai dengan aturan syari'at Islam, karena adil itu sesuai dengan aturan syari"at, itulah ciri orang yang bertakwa.
"Allah mensyariatkan bagimu tentang (pembagian pusaka untuk) anak-anakmu. Yaitu: bahagian seorang anak lelaki sama dengan bahagian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dari dua, maka bagi mereka dua pertiga dari harta yang ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, maka ia memperoleh separo harta. Dan untuk dua orang ibu-bapak, bagi masing-masingnya seperenam dari harta yang ditinggalkan, jika yang meninggal itu mempunyai anak; jika orang yang meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), maka ibunya mendapat sepertiga; jika yang meninggal itu mempunyai beberapa saudara, maka ibunya mendapat seperenam.
(Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yang ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutang nya. Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yang lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini adalah ketetapan dari Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS.An-Nisa': 11)
Jika putus silaturahmi karena cemburu melihat saudara, kawan sahabat punya rezeki lebih. Kepada yang punya rezeki lebih, maka berbagi lah, agar harta itu berkah dan bertambah.
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.(QS. Baqarah; 261)
Begitu pentingnya silaturrahmi, sehingga Allah mengingatkan kita dalam Al-Qur'an dan Rasulullah mengingatkan kita semua untuk menyambung silaturrahmi dalam banyak hadis-hadis. "Sambunglah orang yang memutuskan (hubungan dengan)mu, berilah kepada orang yang tidak memberi kepadamu, dan berpalinglah dari orang yang berbuat zalim kepadamu. (HR Ahmad). Dalam hadis lain disebutkan: ”Sedekah terhadap orang miskin adalah sedekah, dan terhadap keluarga sendiri mendapat dua pahala: sedekah dan silaturahmi." (HR Tirmidzi).
Cara lainnya adalah dengan berkunjung ke rumah orang yang memutuskan silaturahmi dengan kita, atau menghubungi dengan telpon, vidio call, mengirim pesan lewat whatshap untuk mengucapkan "Selamat Hari Raya 'Idul Fitri Mohon maaf lahir batin"
Demikian pentingnya silaturrahim dilakukan oleh setiap muslim, teristimewa di hari Raya ”Idul Fitri sekarang ini, dihari fitri, dengan hati yang bersih setelah satu bulan berpuasa, mudah bagi setiap orang, dengan izin Allah untuk saling memaafkan. Sehingga di hari Fitri semua menjadi bersih dan suci, seumpama lahir kembali dalam keadaan Fitrah (bersih, suci).
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Ainal-Mardhiah-SAg-MAg_Dosen-Pascasarjana-UIN-Ar-Raniry-Banda-Aceh.jpg)