Sabtu, 9 Mei 2026

Kupi Beungoh

Esistensi Hari Raya Idul Fitri Dalam Membangun Kesalehan Individual dan Sosial

Kesalehan individual merupakan sikap dan perilaku yang baik, saleh dan taat kepada Allah SWT dalam menjalankan ibadah, berbuat baik dan menghindari...

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. H. Herman, M.A 

*) Oleh: Dr. H. Herman, M.A

SETELAH umat Islam bermujahadah dengan Allah SWT selama sebulan penuh di bulan suci ramadhan dengan maksud mengekohkan iman dan meningkatkan taqwa serta memperbaiki diri menjadi lebih baik dan saleh serta memohon ampun atas segala dosa-dosanya, maka pada hari raya idul fitri menjadi momentum membangun kesalehan individual dan sosial

Kesalehan individual merupakan sikap dan perilaku yang baik, saleh dan taat kepada Allah SWT dalam menjalankan ibadah, berbuat baik dan menghindari diri dari segala noda dan dosa.

Kesalehan sosial merupakan perilaku yang positif, saleh dan taat kepada Allah SWT pada saat berinteraksi dengan orang lain, berpartisipasi dalam kegiatan sosial, lingkungan dan kemanusiaan. 

Eksistensi hari raya idul fitri sebagai jembatan membangun kesalehan individual dalam rangka meningkat kesadaran dan keinsafan diri dalam menjalankan ibadah dengan sepenuh hati serta meningkatkan kualitas ibadah dan hubungan baik dengan Allah SWT.

Kemudian meningkatkan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan dan tantangan dengan penuh harap dan kasih sayang Allah SWT  serta menghindari diri dari noda dan dosa dalam kehidupan sehari-hari. 

Sedangkan esistensi hari raya idul fitri sebagai jembatan membangun kesalehan sosial dalam rangka meningkat kesadaran dan kepedulian diri terhadap orang lain, masyarakat dan lingkungan sekitar, seperti dengan keluarga, teman dan masyarakat.

Selanjutnya meningkatkan kualitas hidup dengan melakukan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan, seperti kegiatan keagamaan, kegiatan sosial dan kegiatan kemasyarakatan lainnya. 

Fenomena yang muncul sekarang ini, eksistensi hari raya idul fitri  nampaknya sudah melemah dalam membangun kesalehan individual dan sosial pada diri umat Islam.

Kesalehan individual kembali menurun pada diri umat Islam, terutama dari segi kesadaran dan keinsafan dalam melaksanakan ibadah kepada Allah SWT tidak seperti terlihat pada bulan suci ramadahan.

Begitu juga dalam hal kesalehan sosial sangat lemah menjalin siturrahmi dengan keluaga, teman, dan masyarakat serta kepedulian terhadap orang lain dan terhadap kegiatan sosial kemasyarakatan. 

Pada hal umat Islam sudah sebulan penuh bermujahadah dengan Allah SWT untuk meningkatkan kualitas ibadah dan hubungan baik Allah SWT, meningkatkan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan dan tantangan hidup serta  menghindari diri dari noda dan dosa serta meningkatkan kesadaran dan keinsafan diri dalam menjalan kegiatan sosial kemasyarakatan.

Tentu ini semua menimbulkan pertanyaan besar bagi kita selaku umat Islam apa faktor penyebab terjadi semua hal tersebut. 

Hari raya idul fitri bagi umat Islam dikenal sebagai hari kemenangan, hari penuh kebahagian dan hari kesyukuran hamba kepada Allah SWT atas nikmat dan karunia yang telah diberikan.

Tujuan hari raya idul fitri adalah untuk memperingati hari berakhirnya bulan suci ramadhan dan saat kita memulai bulan baru dengan penuh harapan dan kesyukuran.

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved