Kamis, 14 Mei 2026

Kupi Beungoh

Esistensi Hari Raya Idul Fitri Dalam Membangun Kesalehan Individual dan Sosial

Kesalehan individual merupakan sikap dan perilaku yang baik, saleh dan taat kepada Allah SWT dalam menjalankan ibadah, berbuat baik dan menghindari...

Tayang:
Editor: Agus Ramadhan
FOR SERAMBINEWS.COM
Dosen STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh, Dr. H. Herman, M.A 

Kemudian untuk meningkatkan kesadaran dan keinsafan diri dalam menjalankan ibadah dan kegiatan sosial serta mengembangkan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan dan tantangan dalam kehidupan sehari-hari. 

Hari raya idul fitri harus dijadikan sebagai wadah untuk membangun kesalehan individual dan sosial dalam masyarakat.

Sangat dhaif kalau kita selaku umat Islam sudah ditempa, digebleng, dan dilatih akal serta diasuh hati dengan berbagai macam kigiatan ibadah mahdhah dan ibadah ghairu mahdhah di bulan suci ramadhan ternyata masih lemah kesalehan individual dan sosial di tengah-tengah masyarakat. 

Eksistensi hari raya idul fitri dalam membangun kesalehan individual dan sosial memiliki peranan penting dalam kehidupan sehari-hari umat Islam.

Eksistensi hari raya idul fitri dalam membangun kesalehan individual senantiasa meningkat kesadaran dan keinsafan diri dalam melaksanakan ibadah dan meningkatkan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan dan tantangan hidup serta menghindari diri dari segala noda dan dosa dalam kehidupan sehari-hari.

Sedangkan eksistensi hari raya idul fitri dalam membangun kesalehan sosial senantiasa meningkat kesadaran dan kepedulian terhadap masyarakat serta lingkungan sekitar dan meningkat hubungan sosial dengan orang lain serta meningkatkan kualitas hidup dengan melakukan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan. 

Kesalehan Individual

Eksistensi hari raya idul fitri dalam membangun sikap dan perilaku kesalehan individual yang telah digembleng, dilatih dan dipupuh selama sebulan penuh dalam bulan suci ramadhan harus terlihat nyata dalam sikap dan perilku umat Islam.

Sikap dan perilaku kesalehan individual dapat terwujud bila umat Islam memiliki kesadaran dan keinsafan diri melaksanakan ibadah dengan sepenuh hati serta meningkat kualitas ibadah dan memiliki hubungan dengan Allah SWT dengan penuh keikhlasan, serta memiliki kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi kesulitan dan tantangan hidup serta sanggup menghindari diri dari segala noda dan dosa dalam hidupnya.

Mengucapkan takbir pada hari raya idul fitri sebagai bukti nyata pengakuan umat Islam mentauhidkan Allah SWT dengan ungkapan tiada Tuhan yang berhak disembah hanya kepada Allah SWT dan tiada Tuhan tempat kita memohon pertolongan hanya kepada Allah SWT.

Pengucapan takbir tersebut sekaligus sebagai wujud mengakui keberadaan dan kekuasaan Allah SWT. 

Melaksanakan shalat pada hari raya idul fitri sebagai bentuk keinsafan dan kesadaran diri untuk menjalankan mahdhah seperti shalat, puasa, zakat, dan naik haji bagi yang mampu.

Shalat pada hari raya idul fitri yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan kepada Allah SWT tentu akan menguatkan kesalehan individual umat Islam kepada Allah SWT.  

Zikir dan doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT pada hari raya idul fitri sebagai jembatan mengingat kita supaya setiap hari selesai melaksanakan shalat dalam sehari semalam lima waktu kita tidak boleh lupa berzikir dan berdoa kepada Allah SWT untuk menjadi prisai dalam hidupnya.

Karena zikir dan doa yang kita panjatkan selesai shalat dalam sehari semalam lima waktu dapat meningkatkan kualitas hubungan kita dengan Allah SWT. 

Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved