Minggu, 24 Mei 2026

Kesehatan

Pusing dan Lemas Tiba-Tiba? Waspadai Penyebab Tekanan Darah Rendah

Jika tidak ditangani dengan benar, tekanan darah rendah bisa membawa dampak buruk bagi tubuh, bahkan menyebabkan komplikasi serius.

Tayang:
Penulis: Gina Zahrina | Editor: Muhammad Hadi
freepik
PUSING - Ilustrasi seorang wanita sedang pusing. Sering merasa pusing atau lemas tiba-tiba? Bisa jadi itu tanda tekanan darah rendah atau hipotensi. Jangan anggap remeh, yuk kenali gejalanya dan jaga kesehatan tubuhmu! 

SERAMBINEWS.COM - Sering merasa pusing atau lemas tiba-tiba saat berdiri? Atau mungkin Anda merasa hampir pingsan tanpa alasan yang jelas?

Gejala-gejala ini mungkin sering terjadi tanpa Anda sadari, tetapi tahukah Anda bahwa itu bisa menjadi tanda tekanan darah rendah, atau yang biasa disebut hipotensi?

Walaupun banyak orang menganggapnya sepele, kondisi ini tidak boleh diabaikan karena dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Jika tidak ditangani dengan benar, tekanan darah rendah bisa membawa dampak buruk bagi tubuh, bahkan menyebabkan komplikasi serius.

Berikut Serambinews.com akan membahas lebih dalam tentang gejala, penyebab, dan langkah-langkah yang bisa Anda ambil jika merasa terpengaruh oleh hipotensi dan dilansir dari beberapa sumber.

Apa Itu Hipotensi?

Hipotensi terjadi ketika tekanan darah seseorang berada di bawah angka normal, yaitu tekanan sistolik (angka atas) di bawah 90 mmHg dan tekanan diastolik (angka bawah) di bawah 60 mmHg.

Meskipun beberapa orang mungkin tidak merasakan efek yang signifikan, bagi yang lain, tekanan darah rendah dapat menyebabkan berbagai gejala yang mengganggu aktivitas.

Pusing, lemas, dan bahkan hampir pingsan adalah beberapa keluhan yang bisa terjadi secara mendadak.

Gejala ini, meskipun kadang dianggap ringan, jika terjadi berulang kali bisa memengaruhi kualitas hidup Anda.

Baca juga: Ini Resep Minuman Sehat Berbuka untuk Atasi Pusing Selama Puasa, dr Zaidul Akbar: Hidrasi yang Baik 

Gejala Hipotensi yang Perlu Diwaspadai

Menurut American Heart Association (AHA), beberapa gejala umum hipotensi meliputi:

  • Pusing atau kepala terasa ringan: Terutama saat berdiri tiba-tiba dari posisi duduk atau berbaring. Kadang-kadang, pusing ini muncul hanya beberapa detik setelah Anda berdiri.
  • Pingsan atau hampir pingsan: Kondisi ini bisa terjadi ketika aliran darah ke otak tidak mencukupi. Mungkin Anda merasa seperti ingin jatuh atau kehilangan keseimbangan.
  • Penglihatan kabur: Anda mungkin merasa penglihatan menjadi kabur atau berkunang-kunang, akibat berkurangnya aliran darah yang membawa oksigen dan nutrisi ke mata.
  • Mual dan lemas: Perasaan lemas atau lesu tanpa penyebab yang jelas. Bahkan, Anda mungkin merasa tidak memiliki energi untuk melanjutkan aktivitas.
  • Kesulitan berkonsentrasi: Otak yang tidak mendapatkan cukup oksigen dan nutrisi dapat menyebabkan gangguan dalam berkonsentrasi, membuat Anda merasa bingung atau tidak fokus.
  • Kadang-kadang pusing atau lemas: Gejala ini sering datang tanpa peringatan, membuat seseorang merasa tidak nyaman atau kehilangan energi di tengah-tengah hari.

Baca juga: Cara Mencegah Rasa Lemas Saat Berpuasa, Lakukan Ini Agar Produktif dalam Beraktivitas

Penyebab Hipotensi

Beberapa faktor dapat menyebabkan penurunan tekanan darah, yang meliputi:

  • Dehidrasi: Ketika tubuh kekurangan cairan, volume darah menurun, yang menyebabkan tekanan darah ikut turun. Kehilangan cairan dapat terjadi akibat diare, muntah, atau tidak cukup mengonsumsi cairan.
  • Perdarahan: Pendarahan, baik dari cedera besar atau pendarahan internal, menyebabkan volume darah menurun secara drastis, sehingga tekanan darah turun.
  • Gangguan jantung: Penyakit jantung seperti bradikardia (detak jantung lambat), serangan jantung, atau gagal jantung dapat mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah secara efektif, yang menyebabkan tekanan darah menurun.
  • Gangguan endokrin: Beberapa kondisi hormon, seperti penyakit Addison (penurunan fungsi kelenjar adrenal) atau hipotiroidisme, dapat menyebabkan tekanan darah rendah.
  • Efek samping obat: Obat-obatan tertentu, seperti diuretik, beta-blocker, atau antidepresan, bisa menyebabkan penurunan tekanan darah sebagai efek samping.
  • Infeksi berat (Sepsis): Infeksi yang menyebar ke seluruh tubuh (sepsis) dapat menyebabkan syok septik dan penurunan tekanan darah yang drastis, yang membutuhkan penanganan medis segera.

Baca juga: Dokter Zaidul Akbar Ungkap Penyebab Pusing Setelah Tidur Siang dan Cara Mengatasinya 

Jenis-jenis Hipotensi

Melansir dari Mayo Clinic, Hipotensi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Hipotensi ortostatik: Penurunan tekanan darah terjadi ketika seseorang berdiri tiba-tiba setelah duduk atau berbaring terlalu lama. Hal ini sering kali menyebabkan pusing atau bahkan pingsan.
  • Hipotensi postprandial: Penurunan tekanan darah yang terjadi setelah makan, lebih sering terjadi pada orang lanjut usia. Setelah makan, tubuh akan memfokuskan lebih banyak darah ke sistem pencernaan, yang bisa menyebabkan penurunan tekanan darah pada beberapa orang.
  • Hipotensi mediasi neural: Biasanya dialami oleh anak muda atau remaja, yang disebabkan oleh gangguan komunikasi antara otak dan jantung. Kondisi ini bisa terjadi setelah berdiri terlalu cepat atau setelah aktivitas yang menuntut fisik.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika Anda sering mengalami gejala hipotensi yang mengganggu aktivitas, seperti pusing, lemas, atau hampir pingsan, segera periksakan diri ke dokter.

Terutama jika gejala-gejala tersebut terjadi berulang kali atau semakin parah. Menurut American College ofCardiology (ACC), Anda perlu berkonsultasi dengan tenaga medis jika Anda:

  • Mengalami pingsan atau hampir pingsan.
  • Mengalami kesulitan bernapas atau merasa tercekik.
  • Mengalami nyeri dada, detak jantung tidak teratur, atau gejala yang disertai rasa sakit.
  • Gejala semakin mengganggu kegiatan sehari-hari Anda.

Baca juga: Atasi Lemas Saat Menstruasi dengan Buah dan Sayur, Ini Rekomendasi dr Boyke

Menjaga pola hidup sehat, cukup tidur, mengonsumsi cairan yang cukup, dan menghindari berdiri tiba-tiba terlalu lama bisa membantu mencegah tekanan darah rendah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved