Breaking News

Berita Aceh Barat Daya

Bupati Abdya Wajibkan Setiap Warkop Lakukan Nongkrong Islami: Ngopi Setelah Shalat Subuh Ada Tausiah

diwajibkan kepada owner warung kopi atau cafe untuk melakukan kegiatan keagamaan berupa pengajian atau tausiyah di warung kopi

Editor: Nur Nihayati
IST
Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Safaruddin saat menyampaikan Program Peukong Agama menuju Abdya Malem pada acara sosialisasi Instruksi Gubernur Aceh tentang Shalat Berjamaah. Acara ini berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Sigupai Arena, Desa Guhang, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya, Rabu (9/4/2025). 

“Tidak terdengar lagi suara televisi, musik, dan alat elektronik lainnya, baik di tempat umum maupun di rumah-rumah penduduk.

Semua masyarakat menuju ke Masjid untuk melaksanakan shalat Magrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan pengajian (seumeubeut) yang dilaksanakan di rumah-rumah seumeubeut maupun rumah-rumah warga bagi anak-anak,” ucapnya.

Kepada Keuchik di seluruh desa, kata kata Safaruddin, untuk melakukan monitoring dan pengawasan guna memastikan keputusan ini berjalan sebagaimana mestinya, sehingga terwujudnya generasi Qurani di Kabupaten Abdya.

Kemudian, pada Program Gure Tamong Sikula, Safaruddin, menilai Tengku dan gure (ustad) berperan penting dalam pendidikan agama Islam dan berbagai kegiatan keagamaan di sekolah, seperti mendidik, membimbing, dan menanamkan nilai-nilai akhlak. 

“Tengku atau gure juga dapat menjadi teladan dan menciptakan lingkungan sekolah yang aman,” ujarnya.

Tujuan program ini, jelas Safaruddin, untuk meningkatkan pengetahuan agama.

Ustad atau Teungku dapat membantu siswa memahami nilai-nilai agama dan moral, serta memberikan bimbingan dalam mempelajari agama.

Kemudian, sambung Safaruddin, membentuk karakter siswa. Ustad atau teungku dapat membantu siswa membentuk karakter yang baik, seperti akhlak mulia, disiplin, dan tanggung jawab.

Seterusnya, meningkatkan kesadaran moral. Ustad atau Teungku dapat membantu siswa memahami pentingnya moral dan etika dalam kehidupan sehari-hari.

Selain itu, sambung Safaruddin, membantu siswa dalam menghadapi masalah.

Ustad atau Teungku dapat memberikan bimbingan dan dukungan kepada siswa dalam menghadapi masalah pribadi, sosial, atau akademis.

Terakhir, kata Safaruddin, meningkatkan kesadaran spiritual. Ustad atau Teungku dapat membantu siswa memahami pentingnya spiritualitas dan kesadaran diri dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk mewujudkan seluruh kegiatan ini, tegas Safaruddin, para keuchik merupakan garda terdepan dalam melakukan penertiban dan pengawasan, sehingga program ini betul-betul terlaksana.

“Pemkab Abdya akan melakukan monitoring dan evaluasi terhadap progres kegiatan ini.

Bila ada desa yang berhasil menerapkan kegiatan ini, maka akan diberikan reward baik dalam bentuk bugeting maupun dalam bentuk lainnya.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved