Berita Banda Aceh

Maraknya Kasus Kekerasan Oleh Aparat ke Warga Sipil, Haji Uma: Proses Rekrutmen Perlu Dievaluasi

Menurutnya, fenomena kekerasan yang dilakukan oleh oknum aparat militer terhadap warga sipil dalam kurun waktu yang dekat ini menandakan perlunya

Penulis: Yeni Hardika | Editor: Agus Ramadhan
YOUTUBE SERAMBINEWS
PENEMBAKAN SALES MOBIL - Anggota DPD RI asal Aceh, H. Sudirman, S.Sos saat menjadi narasumber dalam podcast bertajuk 'Haji Uma tentang Advokasi Kasus Penembakan Sales Mobil' yang tayang di YouTube Serambinews, Senin (14/4/2025), dipandu oleh Jurnalis Serambi Yeni Hardika. (YOUTUBE SERAMBINEWS) 

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan kontrol internal yang lebih ketat agar tidak ada ruang bagi anggota militer untuk terlibat dalam tindakan kriminal.

“Rekrutmen itu embrio. Kalau bibitnya unggul, hasilnya juga unggul, ” sebut Senator asal Aceh tersebut.

Selain itu, Haji Uma mengingatkan agar masyarakat tidak terjebak pada opini-opini yang mengaitkan kasus ini dengan konflik masa lalu di Aceh.

Pasalnya, kejadian kekerasan yang dilakukan baik oleh aparat keamanan maupun pertahanan tidak hanya terjadi di Aceh, tapi juga di daerah lain. Sehingga, persoalan ini merupakan persoalan nasional.

"Kasus ini murni perampokan. Bukan pembunuhan di jalan, menyerbu. Ini perilaku, walaupun sebenanrya jika dibawa ke ranah sosial akan melebar juga," jelas anggota DPD RI tiga periode tersebut.

Baca juga: 11 Fakta Oknum TNI AL Lhokseumawe Tembak Mati Agen Mobil: Berawal Test Drive Berujung Tewas Didor

"Tapi lihat secara objektif. Kembali ke persoalan dasar, yaitu kesalahan oknum. Arogansi iya, premanisme iya," sambungnya.

Karena itulah, perbaikan dalam pola rekrutmen menurutnya perlu dilakukan, sehingga institusi tersebut memiliki personil yang berdedikasi, bermoral, berpendikan dan memegang adat, budaya serta agama.

Disamping itu, Haji Uma juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, untuk memberikan masukan dalam rangka perbaikan institusi militer.

Hal itu juga untuk mencegah kasus serupa kembali terjadi di masa depan. 

(Serambinews.com/Yeni Hardika)

BACA BERITA LAINNYA DI SINI

 

 

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved