Opini

Sosiologi Bunuh Diri

Dalam berita itu, saksi Nafli menjelaskan bahwa MSS sudah terlebih dahulu memberitahu bahwa dia akan melakukan bunuh diri.  

Editor: mufti
IST
Saifuddin Bantasyam, Dosen Sosiologi dan Kriminologi pada Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh 

Rukun tetangga dan desa, dengan segenap kepemimpinan di desa, perlu juga memasang mata dan telinga, kepada keadaan tertentu warga desa, yang mungkin memerlukan bantuan. Solidaritas atau saling peduli satu sama lain, mungkin akan dapat menyelamatkan nyawa seseorang. Mengajak orang-orang diketahui punya masalah untuk aktif dalam berbagai kegiatan di gampong, niscaya sangatlah membantu.

Pranata sosial lainnya adalah lembaga pendidikan. Setiap pribadi adalah pribadi yang unik. Karena itu, guru atau dosen perlu selalu mewaspadai anak-anak didiknya, misalnya jika berperilaku aneh, pendiam, nilai sering rendah, lekas tersinggung, maka anak didik itu dipanggil, ditanya, diajak bicara tentang apa yang sebaiknya dilakukan untuk membantu mereka mengatasi masalah-masalah yang dihadapi. Kepada mereka-mereka yang punya masalah, kita harus tunjukkan bahwa sesungguhnya  masih ada yang peduli.

Di atas semua itu, ada negara dengan pemerintahan yang memiliki kewajiban utama untuk menyejahterakan rakyatnya, menyediakan lapangan kerja, kehidupan yang layak (kecukupan sandang dan pangan), adalah beberapa hal yang perlu menjadi perhatian penguasa saat ini.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved