Jumat, 15 Mei 2026

Kupi Bengoh

Keindahan Bunga Tulip di Tulip Festival Turkiye

Setiap tahun di Bulan April, Istanbul merayakan Festival Tulip, di mana jutaan bunga tulip ditanam di seluruh kota.

Tayang:
Penulis: Muhammad Nasir | Editor: Nurul Hayati
FOR SERAMBINEWS.COM
Tulip Festival di Turkey, di mana pada bulan tersebut banyak ditemukan bunga Tulip di tanam di Area. Setiap tahun di bulan April, Istanbul merayakan Festival Tulip, di mana jutaan bunga tulip ditanam di seluruh kota. 

Setiap tahun di Bulan April, Istanbul merayakan Festival Tulip, di mana jutaan bunga tulip ditanam di seluruh kota.

Penulis: Sofiatuddinsyah, Ketua DWP UIN Ar-Raniry Banda Aceh

Pagi itu di Banda Aceh, saya bersama Tim Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Ar-Raniry berkumpul di Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda bersiap menuju Kota Istanbul dalam rangka kegiatan Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Ar-Raniry ke Turkey dan Dubai dari tanggal 6-16 April 2025. 

Istanbul-Turkey memang memiliki keindahan yang luar biasa, selain terletak di tepian Selat Bosphorus, negara ini juga membelah Eropa dan Asia.

Kawasan ini pula kata para sejarawan, sebagai tempat bertemunya Timur dan Barat.

Setelah 17 Jam dari perjalanan, setelah transit di Kuala Lumpur akhirnya kami pun mendarat di Bandara Istanbul-Turkey.

Bandara terbesar di Turki yang terletak di distrik Arnavutköy, sisi Eropa Kota Istanbul. 

Bandara ini merupakan bandara tersibuk kedua di Eropa dan Timur Tengah.

Setibanya di Turkey dan setelah melewati pemeriksaan imigrasi, kami pun melanjutkan perjalanan ke kota Bursa untuk bermalam.

Kota Bursa ini menurut literatur yang saya baca merupakan kota penting dalam sejarah, dan pernah menjadi Ibukota Dinasti Utsmaniyah (1326-1365).

Saat di Bursa, kami mengunjungi Green Mosque dan Green Tomb yang dibangun oleh Sultan Mehmet II. 

Keesokan harinya di Istanbul, saya duduk di sudut kota tua.

Saya menikmati santap pagi di hotel, dan setelah breafing tim, kami melanjutkan pula perjalanan di Kota Istanbul, dan Taman Kota Emigran Park.

Ada hal menarik yang menjadi sorotan para Ibu-Ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) UIN Ar-Raniry kali ini yaitu, melihat ribuan bunga tulip yang ditanam di area ini.

Bunga tulip tersebut sangat indah dan menjadi bunga favorit di Turkey.

Ketika saya menanyakan kepada para pemandu, ternyata kunjungan kami kali ini merupakan kunjungan spesial bertepatan dengan kegiatan Tulip Festival di Turkey.

Di mana pada bulan tersebut banyak ditemukan bunga tulip di tanam di area. 

Setiap tahun di Bulan April, Istanbul merayakan Festival Tulip, di mana jutaan bunga tulip ditanam di seluruh kota.

Baca juga: Artis Senior dan Sutradara Muda Aceh Tanggapi Gagasan Menbud Fadli Zon soal Film Aceh-Turki

Awal kemunculan

Asal muasal bunga tulip menurut riwayat sejarah, berasal dari wilayah pegunungan di Asia Tengah, terutama di Kazakhstan.

Dimana bunga ini tumbuh liar dan kemudian menyebar ke barat melalui jalur perdagangan ke Persia (sekarang Iran) dan akhirnya ke Anatolia yang saat ini merupakan bagian dari Turki.

Bangsa Turki yang nomaden diperkirakan pertama kali menemukan dan menghargai keindahan tulip sejak Abad ke-11 Masehi.

Tulip merupakan bunga khas yang memiliki sejarah panjang bagi masyarakat Turkey.

Saat saya berada di Turkey, beberapa informan di sana mengungkapkan bahwa cerita tentang bunga tulip bukan hanya sekedar tentang bunga biasa, melainkan sebuah bunga yang menjadi simbol mengenai kebudayaan di Turkey, kemegahan ekonomi, hingga politik dalam kerajaan di Turkey yang membawa pengaruh kuat ke berbagai penjuru dunia.

Pada masa itu, tulip tidak hanya diapresiasi karena keindahannya, tapi juga karena simbolisme yang terkait dengannya.

Dalam budaya Turkey, tulip merupakan simbol keagamaan yang mewakili surga dan keabadian, dan kerap digambarkan dalam berbagai karya seni, seperti karpet, keramik, dan bahkan dalam tulisan.

Baca juga: Sosok Erdogan dan Kekacauan ‘Demokrasi’ Turki, Pemimpin yang Sangat Berkuasa Selama 22 Tahun

Era Tulipan (Tulip Era)

Bunga tulip menjadi simbol keindahan dan cinta, dan memiliki tempat khusus dalam sejarah dan budaya Turki, khususnya di Istanbul.

Berasal dari Asia Tengah, bunga tulip mulai dikenal di Kekaisaran Ottoman-Utsmaniyah selama abad ke-16 dan ke-17, periode yang sering disebut sebagai "Era Tulip" (Lâle Devri). 

Era ini bunga tulip menjadi sangat populer di kalangan elit Istanbul.

Dalam periode ini (1718 hingga 1730), dimana sebuah periode yang ditandai dengan perdamaian dan kemakmuran, serta minat yang tinggi terhadap seni, budaya, yang ditandai dengan pertunjukan kekayaan dan seni yang luar biasa.

Bunga tulip menjadi motif utama dalam seni dekoratif, sastra, dan bahkan di taman istana kerajaan.

Kecintaan Istanbul terhadap bunga tulip terlihat jelas di taman, taman bermain, dan ruang publiknya, tempat berbagai spesies bermekaran dengan indah setiap musim semi.

Makna bunga ini melampaui estetika; bunga ini tertanam dalam budaya Turki.

Selama berabad-abad, bunga tulip telah dirayakan dalam seni dan puisi, yang menginspirasi banyak generasi seniman.

Bentuk dan ragam warna tulip yang unik telah menjadikannya subjek favorit dalam karya ubin dan karpet tradisional Turki, yang melambangkan keindahan alam dan kefanaan hidup.

Selama Era Tulipan, sultan-sultan Utsmaniyah dan para bangsawan bersaing untuk mengoleksi varietas tulip yang paling langka dan indah.

Kebun-kebun tulip yang megah dibangun di sekitar Istana dan di seluruh Istanbul.

Varietas tulip baru dikembangkan, dan beberapa di antaranya bisa sangat mahal, mencapai harga yang setara dengan sebidang tanah.

Studies in Turkiye juga melangsir Era Tulipan juga menandai salah satu periode pertama spekulasi ekonomi dalam sejarah, mirip dengan “Tulip Mania” yang terjadi di Belanda sekitar satu abad kemudian.

Harga tulip yang melonjak tinggi menciptakan sebuah ekonomi gelembung yang pada akhirnya runtuh.

Baca juga: Qari Asal Aceh Ustadz Takdir Feriza Diundang Secara Khusus Presiden Erdogan ke Turki, Ini Agendanya

Penyebaran ke Eropa

Pada akhir Abad ke-16, Bunga Tulip Turkey ini diperkenalkan pula ke Eropa oleh seorang Duta Besar Austria untuk Kesultanan Utsmaniyah, Ogier Ghiselin de Busbecq, yang mengirimkan bunga tersebut ke Wina.

Dari situ, popularitas tulip menyebar ke Belanda dan negara-negara Eropa lainnya, pada pertengahan abad ke-17.

Pada masa itu, tulip menjadi sangat berharga di Eropa, dengan harga satu bunga bisa setara dengan biaya membangun rumah di lokasi terbaik di Amsterdam.

Kegilaan spekulatif ini mencapai puncaknya pada tahun 1637 sebelum runtuhnya pasar bunga tulip, yang menjadi salah satu gelembung spekulatif pertama yang tercatat dalam sejarah ekonomi.

Bunga tulip juga terus menjadi simbol penting dalam budaya Turkey mewakili keindahan alam dan kehalusan. 

Lebih dari itu, sejarah tulip di Turkey mengingatkan kita pada peran penting yang dimainkan oleh bunga ini dalam sejarah ekonomi dan budaya.

Tidak hanya di Turkey, tetapi juga di berbagai belahan dunia lainnya.

Warisan bunga tulip hingga saat ini masih terawat kuat bagi masyarak Turkey. 

Keindahan bunga tulip terus dilestarikan diberbegai taman kota sebagai suatu warisan kuat Turkey.

Bahkan setiap tahun di bulan April, Istanbul selalu merayakan Festival Tulip.

Dimana jutaan tulip ditanam di seluruh kota, menghidupkan kembali tradisi Kerajaan Utsmaniya dan memperlihatkan keindahan yang pernah membuat Kesultanan Utsmaniyah terpikat akan keindahan bunga tulip.

Sebagai bentuk pengakuan atas warisan budaya ini, Pemerintah Kota Metropolitan Istanbul menyelenggarakan Festival Tulip Istanbul tahunan yang biasanya diadakan pada bulan April.

Festival ini mengubah kota menjadi tontonan bunga yang memukau, dengan jutaan tulip ditanam di taman dan kebun, termasuk Taman Emirgan yang terkenal, Taman Yıldız, dan Taman Gulhane.

Pameran ini memamerkan berbagai spesies tulip yang menakjubkan, yang mencerminkan hubungan yang erat antara bunga dan identitas kota.

Festival Tulip lebih dari sekadar pesta visual; ini adalah perayaan komunitas dan budaya.

Sepanjang festival, berbagai acara dan kegiatan berlangsung, termasuk pameran seni, kontes fotografi, dan lokakarya yang mengundang penduduk setempat dan wisatawan untuk menikmati keindahan tulip.

Festival ini juga menampilkan pertunjukan musik dan tari tradisional Turkey yang menciptakan suasana meriah yang menyatukan orang-orang.

Pengunjung festival dapat berpartisipasi dalam tur berpemandu, menemukan makna historis tulip di Istanbul, sambil juga belajar tentang berbagai jenis dan perawatannya dari para ahli hortikultura.

Keluarga sering kali memanfaatkan hari libur ini untuk berpiknik di tengah bunga-bunga yang bermekaran dan mengabadikan kenangan dengan latar belakang hamparan ladang tulip berwarna-warni yang memukau.

Festival Tulip menawarkan kesempatan unik untuk menghargai warisan budaya Istanbul sambil menikmati keindahan alam kota.

Festival ini berfungsi sebagai pengingat simbol abadi yang diwakili bunga tulip dalam budaya Turkey dari akar sejarahnya hingga perayaan masa kini.

Saat festival berakhir, warisan tulip terus berkembang, memastikan tempatnya sebagai bagian integral identitas Istanbul untuk generasi mendatang.

Sebagai penutup, melihat keindahan bunga tulip dan Tulip Festival di Turkey, saya merasa sangat perlu mewarisi suatu keindahan kota dengan tata kota yang berisi bunga-bunga yang Indah.

Khususnya  Kota Banda Aceh, sangat penting untuk Pemerintah Kota Banda Aceh menata kembali Kota Banda Aceh dengan bunga yang indah.

Karena bunga menjadi simbol yang mencerminkan keindahan, harapan, dan Identitas.

Selain itu, bunga juga memiliki beragam makna dan simbolisme yang dapat menyampaikan pesan-pesan tertentu.

Sehingga dengan bunga yang Indah pada sudut kota yang tertata dengan baik akan membentuk pula suatu citra kota yang Indah, memberikan kesegaran, kenyamanan dan keindahan lingkungan. #BandaAcehKotaKolaborasi
 

Baca juga: VIDEO Momen Prabowo Silahkan Erdogan Jalan Lebih Dulu di Karpet Merah, Enggan Dahului Presiden Turki

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved