Jurnalisme Warga
Uniki Bireuen dan Peran Strategis Menuju Indonesia Emas 2045
Visi besar ini menargetkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia, dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul dan pembangu
Prof. Dr. APRIDAR, S.E., M.Si., Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala dan Ketua Dewan Pakar ICMI Orwil Aceh, melaporkan dari Kota Juang, Bireuen
Indonesia tengah mempersiapkan diri menyongsong satu abad kemerdekaan pada tahun 2045, sebuah momen historis yang disebut sebagai Indonesia Emas. Visi besar ini menargetkan Indonesia sebagai salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia, dengan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul dan pembangunan berkelanjutan sebagai fondasinya.
Dalam konteks ini, peran perguruan tinggi menjadi sangat krusial sebagai pusat pencetak insan cendekia, penghasil inovasi, dan agen transformasi sosial.
Salah satu institusi pendidikan tinggi yang menunjukkan komitmen nyata dalam kerangka ini adalah Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (Uniki) Bireuen, Aceh. Sebagai kampus yang lahir dari aspirasi lokal dan semangat kebangsaan, Uniki terus bergerak mengembangkan diri sebagai kampus berdampak yang menjawab tantangan zaman dan memberikan solusi nyata bagi masyarakat. Lantas, bagaimana kesiapan Uniki dalam berkontribusi menuju Indonesia Emas 2045?
Pilar utama kampus berdampak adalah kurikulum yang relevan dan kontekstual. Uniki merancang sistem pembelajaran berbasis 'problem-based learning' yang mengaitkan teori dengan kebutuhan riil masyarakat. Terletak di wilayah yang kaya akan potensi pertanian, perikanan, dan sumber daya energi terbarukan, Uniki menghadirkan program studi (prodi) yang fokus pada pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Salah satu contoh nyata adalah Prodi Ilmu Pertanian yang fokus pada pengembangan pertanian berkelanjutan, peningkatan produktivitas, dan adaptasi teknologi untuk mengatasi tantangan spesifik di Aceh, seperti lahan gambut, perubahan iklim, dan ketahanan pangan. Ini menjadi sangat penting karena sekitar 30 persen lahan gambut Indonesia berada di Aceh. Kolaborasi dengan Dinas Pertanian Bireuen dalam pelatihan petani muda menggunakan teknologi pertanian presisi menunjukkan bahwa Uniki tidak hanya mengajarkan teori, tetapi turut menciptakan solusi.
Selain itu, Uniki mulai mengintegrasikan isu-isu global seperti perubahan iklim, ketahanan pangan, dan digitalisasi ekonomi dalam berbagai mata kuliah. Ini menunjukkan bahwa meskipun kampus ini berlokasi di wilayah yang jauh dari pusat, orientasi dan visinya sangat selaras dengan kebutuhan nasional dan internasional.
Riset untuk perubahan sosial
Kekuatan lain Uniki terletak pada riset yang terarah dan aplikatif. Pada tahun 2022, tercatat 15 judul riset unggulan yang fokus pada pengembangan ekonomi lokal dan pemberdayaan masyarakat. Salah satu inovasi yang menarik adalah pendampingan UMKM kopi Gayo, yang dikenal sebagai salah satu kopi terbaik dunia. Melalui pengembangan teknologi pengemasan higienis dan strategi pemasaran digital, para peneliti Uniki membantu pelaku UMKM meningkatkan nilai jual produk hingga 40 % .
Tak hanya itu, riset mengenai pemanfaatan minyak atsiri dari tanaman khas Aceh untuk industri farmasi mulai menunjukkan hasil menjanjikan. Ini sejalan dengan visi pemerintah menjadikan Aceh sebagai salah satu lumbung komoditas premium dunia. Riset-riset seperti ini menunjukkan bahwa Uniki tidak sekadar melakukan penelitian demi akreditasi, tetapi juga benar-benar menyasar perubahan sosial dan ekonomi yang konkret.
Transformasi dari akar rumput
Pengabdian masyarakat menjadi wajah terdepan Uniki di hadapan publik. Program kuliah kerja nyata (KKN) dirancang tematik, dengan fokus pada isu-isu strategis seperti pemberdayaan perempuan pascakonflik, penguatan ekonomi desa, dan edukasi digital. Pada tahun 2023, Uniki mengirim 500 mahasiswa ke sepuluh desa dalam program KKN Kebangsaan yang secara langsung berdampak pada peningkatan kapasitas 120 pelaku UMKM perempuan melalui pelatihan digital marketing dan keuangan mikro.
Hasil evaluasi menunjukkan bahwa omzet usaha binaan Uniki meningkat secara signifikan dan terjadi penguatan jejaring antarpelaku usaha. Program seperti ini mencerminkan prinsip pembangunan partisipatif, di mana kampus hadir bukan sebagai pemilik solusi, melainkan mitra transformasi bersama masyarakat.
Sinergi untuk perubahan
Uniki menyadari bahwa untuk menjadi kampus berdampak, diperlukan kerja sama lintas sektor.
Oleh karena itu, sejumlah kerja sama strategis telah dibangun, seperti MoU dengan Pemkab Bireuen untuk pengembangan Desa Wisata Edukasi berbasis potensi lokal, serta dengan PT Pupuk Iskandar Muda untuk riset pupuk organik.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/uniki-080624-b.jpg)