Konflik Israel Vs Palestina

Israel Klaim Pemimpin Hamas Mohammad Sinwar Terkena Serangan Udara IDF, Hamas Langsung Membantah

Beberapa jam setelah serangan itu, tiga roket diluncurkan dari Gaza utara ke wilayah Ashkelon dan Sderot di Israel selatan, kata militer.

Editor: Faisal Zamzami
Wikipedia
HAMAS - Muncul kabar pemimpin Hamas, Mohammad Sinwar terkena serangan udara yang dilancarkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ke rumah sakit di Jalur Gaza, Selasa (13/5/2025). 

SERAMBINEWS.COM - Muncul kabar pemimpin Hamas, Mohammad Sinwar terkena serangan udara yang dilancarkan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) ke rumah sakit di Jalur Gaza, Selasa (13/5/2025).

Mohammad Sinwar, saudara Yahya Sinwar, dilaporkan terkena rudal saat IDF melancarkan serangan udara besar-besaran di Rumah Sakit Eropa, Khan Younis, Gaza.

IDF tak mengonfirmasi apakah Mohammad Sinwar terbunuh, tetapi mengatakan bahwa mereka telah menargetkan operasi Hamas di sebuah pusat komando bawah tanah milik kelompok tersebut.

 
Pusat komando itu, kata IDF, berada di terowongan bawah tanah Rumah Sakit Eropa.

Dikutip dari The Times of Israel, rekaman yang diunggah daring menunjukkan beberapa gumpalan asap besar mengepul dari tanah di sekitar rumah sakit, saat jet tempur Angkatan Udara Israel menjatuhkan puluhan bom berat.

Klip lain menunjukkan bahwa tanah telah runtuh di area serangan.

Kementerian kesehatan yang dikelola Hamas melaporkan 16 orang tewas dan lebih dari 70 orang terluka dalam serangan itu, meskipun belum ada kabar langsung apakah Mohammad Sinwar termasuk di antara korban.

Beberapa jam setelah serangan itu, tiga roket diluncurkan dari Gaza utara ke wilayah Ashkelon dan Sderot di Israel selatan, kata militer.

 
Militer menambahkan bahwa mereka telah mencegat dua roket dan yang ketiga jatuh di area terbuka.

Tidak ada korban luka dalam serangan itu, yang diklaim oleh kelompok Jihad Islam Palestina.

Setelah serangan itu, IDF mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga Palestina di Jabalia, Gaza utara.

Dalam tulisannya di X, juru bicara IDF, Kolonel Avichay Adraee, menerbitkan peta area yang akan dievakuasi, dan mengatakan bahwa itu adalah "peringatan terakhir" sebelum IDF melancarkan serangan di sana.

Sumber keamanan mengatakan militer tengah berupaya mengonfirmasi apakah upaya pembunuhan terhadap Mohammad Sinwar berhasil.

Jika Sinwar memang berada di dalam terowongan, seperti yang ditunjukkan intelijen militer, ia kemungkinan besar terbunuh, kata sumber tersebut, seraya menambahkan bahwa ada peluang kecil untuk melakukan serangan.

Baca juga: Netanyahu Lanjutkan Perang, Israel Siap Serbu Gaza dengan Kekuatan Penuh dalam Waktu Dekat

 
Hamas Bantah Klaim Israel

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved