KUPI BEUNGOH
Mengulik Buku, Meraup Ilmu
Minat baca warga Indonesia masih sangat rendah. UNESCO menyebutkan, indeks minat baca warga Indonesia hanya 0,001 persen.
Sementara warga Amerika Serikat membaca buku selama 357 jam setahun. Disusul India 352 jam, Inggris 343 jam, Perancis 305 jam, Italia 278 jam dan negara Eropa lainnya.
Di kawasan Asia Tenggara, Indonesia berada di urutan ketiga terlama membaca buku dalam setahun setelah Singapura dan Thailand.
Sedangkan untuk urusan ‘online’, warga Indonesia menghabiskan waktu hingga 7 jam 38 menit per hari untuk internetan.
Dimana 3 jam 11 menit diantaranya digunakan untuk mengakses sosial media.
Menurut standar UNESCO, minimal satu orang harus membaca tiga buku tiap tahunnya.
Di negara-negara Eropa, Asia Timur dan Amerika Serikat, rata-rata warganya sudah mampu ‘melahap’ 15-30 buku per tahun.
Perpustakaan Nasional (Perpusnas) Republik Indonesia mencatat, dalam tahun 2024, tingkat gemar membaca warga Indonesia mengalami peningkatan. Jika tahun sebelumnya pada angka 66,7, kini menjadi 72,44.
Hasil ini sejalan dengan peningkatan Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) nasional yang mencapai 73,52, melampaui target 71,4 dan capaian tahun sebelumnya 69,42.
Manfaat Buku
Bila kita tahu manfaat dan apa yang terkandung didalam buku, tentu kita akan selalu ingin membaca dan memilikinya.
Ibarat makanan yang dikonsumsi sehari-hari untuk memenuhi kebutuhan jasmaniah, buku adalah makanan bagi kebutuhan rohani kita, disamping mengikuti pengajian dan ceramah-ceramah agama.
Ayat pertama Al-Qur’an yang diturunkan Allah Swt. juga memerintahkan kita untuk membaca (Iqra’), baik membaca ayat-ayat yang tersurat dalam Al-Qur’an dan Hadits-Hadits Nabi maupun ayat-ayat yang tersirat di alam semesta.
Menurut Dr. ’Aidh al-Qarni dalam bukunya ”La Tahzan”, beberapa manfaat yang dapat dipetik dari kegiatan membaca antara lain.
- Membaca dapat mengusir perasaan was-was, kecemasan, dan kesedihan.
- Membaca dapat menghindarkan seseorang agar tidak tenggelam dalam hal-hal yang batil.
- Membaca dapat menjauhkan kemungkinan seseorang untuk berhubungan dengan orang-orang yang menganggur dan tidak memiliki aktivitas.
- Membaca dapat melatih lidah untuk berbicara dengan baik, menjauhkan kesalahan ucapan, dan menghiasinya dengan balaghah dan fashahah.
- Membaca dapat mengembangkan akal, mencerahkan pikiran, dan membersihkan hati nurani
- Membaca dapat meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan daya ingat serta pemahaman
- Dengan membaca orang dapat mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain, kebijaksanaan kalangan bijak bestari, dan pemahaman ulama
- Mematangkan kemampuan seseorang untuk mencari dan memproses pengetahuan, untuk mempelajari bidang-bidang pengetahuan yang berbeda, dan penerapannya dalam kehidupan nyata.
- Menambah keimanan, khususnya ketika membaca buku-buku karangan kaum muslimin
- Membaca dapat membantu pikiran agar lebih tenang, membuat hati agar lebih terarah, dan memanfaatkan waktu agar tidak terbuang percuma
- Membaca dapat membantu memahami proses terjadinya kata secara lebih detail, proses pembentukan kalimat, untuk menangkap konsep dan untuk memahami apa yang berada dibalik tulisan.
Teknik Membaca
Untuk dapat menyerap informasi yang terkandung dalam sebuah buku, seseorang harus memiliki keterampilan dan kemampuan dalam mencerna teks.
Teknik membaca juga perlu diperhatikan. Membaca buku tidaklah harus dalam keadaan diam dengan suara yang membisu, tetapi berbagai teknik dapat diterapkan untuk membuat aktivitas membaca semakin menarik dan tidak membosankan.
Dave Meier dalam bukunya ”The Accelerated Learning Handbook”, sebagaimana dinukil Hernowo (2002), menjelaskan teknik-teknik membaca yang disebut dengan metode SAVI.
| Janji Helsinki Belum Lunas: Menimbang Suara Delapan Fraksi dalam Revisi UUPA |
|
|---|
| Surga Tersembunyi di Lembah Beutong, Irigasi Ulee Jalan Menjelma Jadi Objek Wisata Lokal |
|
|---|
| Tarik Ulur Gas Andaman: Akankah Pemerintah RI Korbankan Masa Depan Industri Aceh? |
|
|---|
| Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal Daerah di Tengah Dinamika Global |
|
|---|
| Americano No, Acehpungono Yes |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Siti-Amira-Mardhatillah-Kupi-Beungoh.jpg)