KUPI BEUNGOH
Mengulik Buku, Meraup Ilmu
Minat baca warga Indonesia masih sangat rendah. UNESCO menyebutkan, indeks minat baca warga Indonesia hanya 0,001 persen.
Melihat berbagai manfaat dan keuntungan membaca buku (tentu saja buku yang baik dan berguna), sudah saatnya kita untuk mencintai buku.
Mari abaikan semua kegiatan yang tidak bermanfaat, seperti gemar memelototi layar gawai untuk nge-game atau judol, sibuk bersosial media dan aktivitas online lainnya yang melenakan.
Jika tidak bijak, kita akan terbuai dengan kemudaratan yang membuat kita semakin lalai dan abai terhadap kewajiban dan tanggung jawab sebagai makhluk Allah Swt.
Membaca sebenarnya adalah kebutuhan dasar manusia seperti juga kebutuhan lainnya, seperti sandang dan pangan. Maka segera mengulik buku untuk meraup ilmu.
Pemerintah pun menyadari pentingnya membaca buku dengan menetapkan tanggal 17 Mei sebagai Hari Buku Nasional yang diperingati setiap tahunnya.
*) PENULIS adalah Mahasiswi Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Aceh.
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Setiap artikel menjadi tanggung jawab penulis.
BACA TULISAN KUPI BEUNGOH LAINNYA DI SINI
| Janji Helsinki Belum Lunas: Menimbang Suara Delapan Fraksi dalam Revisi UUPA |
|
|---|
| Surga Tersembunyi di Lembah Beutong, Irigasi Ulee Jalan Menjelma Jadi Objek Wisata Lokal |
|
|---|
| Tarik Ulur Gas Andaman: Akankah Pemerintah RI Korbankan Masa Depan Industri Aceh? |
|
|---|
| Perluasan Basis Pajak sebagai Strategi Ketahanan Fiskal Daerah di Tengah Dinamika Global |
|
|---|
| Americano No, Acehpungono Yes |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Siti-Amira-Mardhatillah-Kupi-Beungoh.jpg)