Rabu, 3 Juni 2026

KUPI BEUNGOH

Mengulik Buku, Meraup Ilmu

Minat baca warga Indonesia masih sangat rendah. UNESCO menyebutkan, indeks minat baca warga Indonesia hanya 0,001 persen.

Tayang:
Editor: Yeni Hardika
SERAMBINEWS.COM/HO
Siti Amira Mardhatillah, mahasiswi Program Studi Sarjana Terapan Gizi dan Dietetika, Politeknik Kesehatan, Kementerian Kesehatan, Aceh. 

SAVI merupakan singkatan Somatis (bersifat raga/tubuh), Auditori (bunyi), Visual (gambar), dan Intelektual (merenungkan).

Teknik-teknik tersebut adalah: pertama, membaca secara Somatis, yaitu membaca buku sambil berdiri atau berjalan-jalan serta gerakkanlah tubuh saat membaca.

Kedua, membaca secara Auditori yaitu membaca dengan mengeluarkan suara pada kata-kata atau kalimat-kalimat tertentu yang sulit dicerna sehingga telinga dapat mendengar dan membantu dalam memahami dan mencernanya. 

Ketiga, membaca secara Visual yaitu dengan membayangkan atau mengimajinasikan apa yang kita baca sehingga akan mudah memahami dan menggambarkan maksud dari konsep-konsep atau gagasan yang ditemukan dalam buku bacaan kita.

Dan yang keempat adalah membaca secara Intelektual, yaitu dalam membaca juga perlu diselingi dengan jeda atau berhenti sesaat untuk memahami dan memaknai dari apa yang kita baca.

Menumbuhkan Minat Baca

Idealnya, menumbuhkan minat baca harus dimulai dari keluarga dan terus berlanjut dalam komunitas yang lebih besar.

Tidak ada salahnya kita mencontoh kebiasaan yang dikembangkan oleh masyarakat Jepang.

Di negeri matahari terbit ini ada gerakan 20 minutes reading of mother and child.

Gerakan ini mengharuskan seorang ibu untuk mengajak anaknya membaca selama 20 menit sebelum tidur. 

Upaya lainnya, lembaga pendidikan harus mampu mengembangkan strategi untuk menumbuhkan minat baca.

Misalnya, melengkapi perpustakaan dengan buku-buku yang relevan dan sesuai dengan perkembangan zaman dan ilmu pengetahuan.

Sekolah-sekolah dapat menerapkan program fun with book, weekly reading hours, atau ekspose buku baru secara berkala yang disesuaikan dengan tema dan subjek yang dipelajari siswa.

Selain itu memberikan penghargaan atau apresiasi bagi siswa yang paling gemar membaca buku.

Dalam konteks Aceh, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh telah meluncurkan program ‘Gerakan Aceh Membaca’ yang bertujuan meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat Aceh.

Disamping itu DPKA juga menggiatkan kegiatan ‘Perpustakaan Keliling Goes to School’ guna menggugah minat baca sejak dini di kalangan pelajar.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved