Salam

Tidak Elok Muda Mudi Berkeliaran di Malam Hari

Tindakan Pemko Banda Aceh yang gencar melakukan razia di malam hari, patut kita dukung secara penuh.

Editor: mufti
FOR SERAMBINEWS.COM
OPERASI GABUNGAN - Sebanyak 11 wanita diamankan di beberapa kafe yang berlokasi sekitaran Ulee Lheue, Keudah, Peunayong, dan Kuta Alam dalam operasi gabungan Pengawasan Qanun Syariat Islam di seputaran Kota Banda Aceh hingga Minggu (18/5/2025) dini hari. 

Tindakan Pemko Banda Aceh yang gencar melakukan razia di malam hari, patut kita dukung secara penuh. Sebab, apa pun alasan berada di luar pada malam hari bagi muda mudi adalah perbuatan tidak pantas, karena berpotensi menjurus ke perbuatan maksiat.

Oleh karena itu, langkah-langkah antisipatif yang dilakukan Pemko Banda Aceh melalui razia, kita pandang tepat. Apalagi jika lokasi razia dilakukan di pinggir pantai, yang tentu saja luput dari pantauan warga karena lokasinya terpisah dari perumahan penduduk.

Memang harus diakui, untuk jangka pendek bisa saja ada pihak-pihak tertentu yang merasa keberatan atas tindakan Pemko tersebut. Tetapi lama kelamaan kondisi ini akan dirasakan manfaatnya oleh para orangtua, terutama bagi mereka yang berada di kampung, jauh dari putra putrinya itu.

Untuk itu, kita juga mengharapkan agar Pemko Banda Aceh tidak berjalan sendiri untuk menciptakan kenyamanan di dalam kota. Dukungan dari berbagai pihak, terutama para ulama sangat dibutuhkan agar program ini bisa berjalan lancar, tertib, dan membuahkan hasil yang maksimal.

Sebelumnya diberitakan, belasan muda-mudi mulai dari pasangan yang bukan mahram, hingga pakaian tak sesuai syariat, langsung dibina di tempat saat razia patroli petugas Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh sejak awal pekan ini.

Plt Kasatpol PP dan WH Kota Banda Aceh melalui Kabid Penegakan Syariat Islam (PSI), Roslina A Djalil mengatakan, beberapa tempat yang terjaring razia seperti Pantai Ulee Lheue, kawasan Taman Pinggir Kali hingga Tanggul Lamnyong. "Sejak malam Minggu hingga malam Selasa ini, total 17 orang dibina," kata Lina saat dihubungi, Rabu (21/5/2025).

Kabid PSI Satpol PP-WH Banda Aceh itu mengatakan, sejumlah tempat rawan pelanggaran syariat semakin ditingkatkan intensitas pengawasannya, terutama sore jelang magrib maupun pada malam hari.

"Kami juga membangun kerja sama serta berkolaborasi dengan pihak pemerintah kecamatan dan gampong untuk melakukan pengawasan," ujar Lina.

Pihaknya mengimbau kepada para orang tua agar memberikan pendidikan agama yang baik, menjaga serta memberikan perhatian agar anak-anaknya dapat menjaga batasan dalam pergaulan. Dikatakan, orang tua perlu memberi kasih sayang dan menjadikan rumah sebagai tempat yang aman dan nyaman bagi anak-anaknya.

Menurtunya, orang tua perlu berperan sebagai sahabat, sehingga jika anak-anaknya menghadapi suatu masalah dalam kehidupannya, maka orang tua menjadi tempat paling nyaman untuk anak bercerita. “

“Menjadi tempat nyaman berkeluh kesah, serta memberi solusi terbaik terhadap masalah yang dihadapi sang anak," pungkasnya. Untuk itu, sekali lagi, kita memberikan apresiasi kepada Pemko Banda Aceh dalam menertibkan kawula muda mudi agar tidak terlalu bebas di malam hari. Sebab, kebebasan yang tidak terkontrol berpotensi membuat mereka melakukan hal-hal yang negatif, terutama pergaulan bebas. Nah?

 

POJOK

Prabowo tegaskan pejabat yang malas harus disingkirkan

Presiden itu eksekutor, bukan omon omon

Pengangguran di Indonesia terbesar kedua di Asia

Kalau dihitung cermat, mungkin bisa nomor satu

Polisi limpahkan kasus dukun cabul ke jaksa di Abdya

Dukun cabul itu lihat wajahnya saja sudah lucu, kan?

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

Banda Aceh Bukan Tempat Maksiat!

 
© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved