Kamis, 28 Mei 2026

Tafakur

Kapan Hari Tasyrik Dilaksanakan dan Mengapa Dilarang Berpuasa?

Selain itu, Hari Tasyrik juga menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, mempererat silaturahmi, serta mensyukuri nikmat yang telah...

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Eddy Fitriadi
TribunBatam
Ilustrasi Hari Tasyrik. Kapan Hari Tasyrik Dilaksanakan dan Mengapa Dilarang Berpuasa? 

Penanggalan ini bersifat tetap setiap tahunnya. Pada tahun 2025, Hari Tasyrik jatuh pada tanggal 7, 8, dan 9 Juni dalam kalender Masehi.

Hari Tasyrik dilaksanakan selama tiga hari berturut-turut setelah Hari Raya Idul Adha, yaitu pada tanggal 11, 12, dan 13 Dzulhijjah dalam penanggalan Hijriyah.

Baca juga: Lepas Pawai Takbir, Bupati TRK Kembali Targetkan Seluruh Bangunan Masjid Agung Nagan Raya Bergiok

Ketiga hari ini merupakan bagian dari rangkaian ibadah Idul Adha yang memiliki makna spiritual mendalam bagi umat Islam.

Secara etimologis, kata Tasyrik berasal dari bahasa Arab syarraqa, yang berarti “terbitnya matahari” atau “menjemur sesuatu”.

Kata ini juga memiliki kaitan dengan arah timur, yakni tempat matahari terbit. Terkait penamaan Hari Tasyrik, terdapat dua pendapat utama yang berkembang di kalangan ulama mengenai asal-usulnya.

1. Menjemur daging kurban

Dilansir dari Kompas.com (6/6/2025), pada masa Nabi Muhammad SAW, belum ada teknologi pendingin seperti sekarang. 

Karena itu, daging kurban yang melimpah dijemur di bawah sinar matahari untuk diawetkan.

Tradisi ini diyakini menjadi asal-usul istilah "Tasyrik".

2. Waktu Penyembelihan Kurban Pendapat lain menyebutkan bahwa kurban disunnahkan dilakukan setelah matahari terbit.

Maka, hari-hari setelah Idul Adha disebut Hari Tasyrik karena berkaitan dengan waktu penyembelihan yang ideal.

Selain itu, umat Islam dilarang berpuasa di Hari Tasyrik.

Baca juga: Polda Aceh Distribusikan 31 Hewan Kurban pada Idul Adha 2025 

Hal ini karena hari-hari tersebut adalah waktu untuk menikmati daging kurban dan bersyukur atas nikmat Allah SWT.

Amalan Hari Tasyrik Berdasarkan panduan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), berikut amalan yang dianjurkan selama Hari Tasyrik:

 1. Hari untuk makan dan minum sebagai bentuk syukur Hari Tasyrik termasuk hari raya umat Islam yang dianjurkan untuk diisi dengan makan dan minum sebagai ungkapan rasa syukur.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved