Tafakur
Kapan Hari Tasyrik Dilaksanakan dan Mengapa Dilarang Berpuasa?
Selain itu, Hari Tasyrik juga menjadi waktu yang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah, mempererat silaturahmi, serta mensyukuri nikmat yang telah...
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Eddy Fitriadi
Dalam hadis riwayat An-Nasa’i disebutkan: “Hari Arafah, hari Idul Adha, dan hari Tasyrik adalah hari raya kita umat Islam, dan merupakan hari-hari untuk makan dan minum” (HR. An-Nasa’i no. 2954).
2. Memperbanyak ibadah dan dzikir Meskipun berpuasa dilarang, umat Islam tetap dianjurkan memperbanyak zikir, doa, dan takbir. Ini adalah momen untuk memperkuat hubungan dengan Allah dan mengisi hari-hari dengan ibadah.
3. Menyembelih hewan kurban Hari Tasyrik juga masih merupakan waktu yang sah untuk melaksanakan penyembelihan kurban.
Ibadah ini merujuk pada perintah Allah dalam Surah Al-Kautsar ayat 2: “Maka, laksanakanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah!” Ibadah kurban pada hari-hari ini menegaskan bentuk ketakwaan dan penghambaan kepada Allah.
(Serambinews.com/Sri Anggun Oktaviana)
Baca juga: Trump vs Elon Musk Bikin Heboh! Pejabat Rusia Tawari Damai Dibayar Saham Starlink?
| Kapan Malam Lailatul Qadar Sebenarnya? Simak Penjelasan Ustaz Abdul Somad |
|
|---|
| Niat Puasa Harus Dilafalkan atau Cukup di Hati? Begini Penjelasan Ustadz Adi Hidayat |
|
|---|
| Benarkah Wajib Mandi Keramas Sebelum Puasa? Begini Niat dan Tata Caranya! |
|
|---|
| Benarkah Baju Bekas Dijadikan Lap Bisa Menyempitkan Rezeki? Ini Penjelasan Buya Yahya |
|
|---|
| Ustaz Adi Hidayat: Bencana Bukan Sekadar Alam, Tapi Cermin Rusaknya Perilaku Manusia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/ilustrasi-hari-tasyrik.jpg)