Jurnalisme Warga
Pantai Batee Puteh Aceh Selatan Kian Eksotis dan Memesona
Masyarakat di kabupaten penghasil pala ini sangat kental dengan adat istiadat dan budayanya. Kabupaten ini juga sering menjuarai Pekan Kebudayaan Aceh
Untuk ‘meurumok’ ini bekal makanannya sudah disiapkan dari rumah, lalu dibawa ke pantai untuk dinikmati bersama keluarga besar, teman, dan saudara. Ada kalanya pengunjung membakar ikan atau memasak langsung kuliner ala barbeku di lokasi rekreasi ini.
Tradisi seperti ini terus dilakoni oleh masyarakat Aceh Selatan sebagai upaya untuk mempererat silaturahmi dan keakraban antarsesama yang selama ini jarang bertemu. Sehingga, dengan ‘meurumok’ ini, canda, tawa, dan rindu yang mendalam selama ini terobati dan terkenang sepanjang masa.
Jadi ‘bungong jaroe’
Batu putih di hamparan Pantai Batee Puteh tak sebatas untuk dinikmati pesonanya, tetapi juga menjadi sumber pendapatan masyarakat. Batu putih di pinggir pantai biasanya dipilih oleh masyarakat dan dimasukan ke dalam karung sesuai ukuran.
Batu putih ini sering dimanfaatkan oleh masyarakat lokal Aceh Selatan, bahkan dari luar kabupaten dan lintas provinsi, untuk ditabur di atas makam, tradisi setiap menyambut Ramadhan, meugang, dan saat ziarah kubur pada Lebaran Idulfitri maupun Iduladha. Setelah ditaburi batu putih, makam terlihat seperti memancarkan kilau dan terlihat baru.
Batu putih ini bisa dipilih sendiri oleh pengunjung sesuai dengan keinginan dan ukuran yang ia butuhkan. Batuannya berhamparan di tepi pantai. Tinggal pungut saja.
Jika pengunjung tidak berkesempatan untuk memilih sendiri batu-batu putih tersebut, ada juga yang sudah disediakan oleh masyarakat setempat dan sudah digonikan.
Batuan berkualitas yang sudah disortir paling murah Rp15.000 dan paling mahal Rp100.000/karung. Perbedaan harga ini tergantung dari ukuran batu. Semakin kecil ukurannya, semakin mahal harganya.
Batu putih dari Pantai Batee Puteh juga menjadi material untuk hiasan di halaman rumah, penghias pot bunga, dan untuk bahan baku bangunan.
Untuk kelestarian Pantai Batee Puteh, masyarakat dan pengujung sangat kita harapkan partisipasinya menjaga keindahan alam di Gampong Lhok Aman guna diwariskan kepada anak cucu kita.
Selama ini masyarakat setempat sangat aktif mengawal dan memelihara lingkungan di kawasan ini agar tidak rusak. Masyarakat melarang keras penggalian pasir dan kerikil dengan alat berat yang selanjutnya dimobilisasi dengan truk.
Biarlah alam yang menjaga keseimbangannya sendiri dengan senantiasa melimpahkan rezeki secara alami untuk kepentingan manusia. Contohnya, batu putih yang didorong ombak dari lautan ke bibir Pantai di Kawasan ini, tetap bisa dimanfaatkan tanpa merusak alam dan manfaatnya bisa dirasakan secara turun-temurun.
Mari menjaga lingkungan Pantai Batee Puteh agar terawat dengan baik. Pengunjung ke pantai ini wajib mengikuti berbagai aturan, termasuk tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan syariat Islam dan kebersihan.
Jika kita sama-sama menjaga alam, insyaallah pesona Pantai Batee Puteh akan terus memancar, semakin indah, dan memesona.
Nominasi API Award
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.