Konflik Iran vs Israel

AS Bantu Israel Serang Iran, Ini 4 Dampak yang Mungkin Terjadi: Perang Besar Ancam Dunia

Presiden AS itu mengatakan sejumlah muatan bom bahkan telah dijatuhkan di situs nuklir Iran, Fordow.

Editor: Faisal Zamzami
MAXAR TECHNOLOGIES
IRAN DISERANG - Foto dari satelit Maxar memperlihatkan lokasi salah satu situs nuklir Iran. Israel pada Jumat (20/6/2025) menyerang fasilitas nuklir Isfahan di Iran untuk kali kedua, ketika perang memasuki hari kesembilan. 

SERAMBINEWS.COM - Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengumumkan bahwa pasukan militer negaranya telah menjatuhkan bom di tiga fasilitas nuklir Iran pada Sabtu (21/6/2025).

Serangan AS kepada Iran menandai berakhirnya periode pertimbangan selama seminggu mengenai bergabungnya AS ke konflik Timur Tengah antara Iran dan Israel.

"Kami telah menyelesaikan serangan yang sangat sukses terhadap tiga lokasi nuklir di Iran, termasuk Fordow, Natanz, dan Esfahan. Semua pesawat kini berada di luar wilayah udara Iran," tulis Trump di Truth Social.

Presiden AS itu mengatakan sejumlah muatan bom bahkan telah dijatuhkan di situs nuklir Iran, Fordow.

Di akhir pesannya, Donald Trump menyerukan perdamaian.

"Tidak ada militer lain di dunia yang dapat melakukan hal ini," tulis Trump. "SEKARANG WAKTUNYA UNTUK PERDAMAIAN!"

Lantas, benarkan serangan AS ke Iran di tengah konflik Israel dan Iran akan berujung kedamaian?

 

Dampak serangan AS ke Iran

Dikutip dari New York Times, keterlibatan AS dalam perang Iran vs Israel belum tentu menciptakan kedamaian.

Surat kabar tersebut bahkan menganjurkan Pemerintah AS untuk membuka diskusi sebelum menyerang Iran.

Sebab, Iran dan AS pernah dalam diskusi mengenai batasan-batasan program pengayaan uranium sebelum Israel menyerang negara tersebut.

Perlu diketahui, uranium adalah bahan bakar utama dalam reaktor nuklir

Dengan adanya kesepakatan batasan pengayaan uranium, Iran tetap bisa membuat senjata nuklir, tetapi tidak secepat semestinya. 

Sebagai imbalannya, Iran akan mendapatkan keringanan dari sanksi ekonomi AS.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved