Jumat, 24 April 2026

Kupi Beungoh

Game 4 Pulau, Siapa Kalah, Siapa Menang, Siapa-siapa Saja Tokohnya?

Presiden RI Prabowo dalam lawatannya ke Rusia, memutuskan 4 pulau kembali menjadi milik Aceh, berdasarkan data dukung yang kuat. 

Editor: Zaenal
SERAMBINEWS.COM/IST
Risman A Rahman, Pemerhati Politik dan Pemerintahan. 

Oleh: Risman A Rahman*)

EMPAT pulau milik Aceh yang sempat berpindah wilayah administrasi, kini sudah kembali. 

Infonya, Kepmendagri pengganti akan segera terbit, bisa jadi Senin (23/6/2025) hari ini.

Sedikit ke belakang, kembalinya 4 pulau itu terjadi pada Selasa, 17 Juni 2025. 

Presiden RI Prabowo dalam lawatannya ke Rusia, memutuskan 4 pulau kembali menjadi milik Aceh, berdasarkan data dukung yang kuat. 

Data dukung itu adalah Peta Topografi TNI AD 1978. 

Peta ini juga menjadi dasar lahirnya kesepakatan 1992 antara Gubernur Raja Inal Siregar dan Gubernur Ibrahim Hasan. 

Kesepakatan dua gubernur ini yang menjadi dasar bagi Mendagri kala itu, Rudini, menerbitkan Kepmendagri Nomor 111 Tahun 1992 tentang kesepakatan batas Aceh - Sumut. 

“Politik adalah game.” 

Ungkapan ini tidak berlebihan mengingat sensasi yang diperoleh dari game mencari peta batas ini. 

Awalnya, soal 4 pulau ini belum dijadikan game, hingga 2018. 

Semuanya murni urusan pendataan, termasuk pulau masing-masing Daerah. 

Baru pada 2022, ketika peta 1992 dijadikan tambahan data pendukung di Pulau Panjang, 3 Juni 2022, urusan 4 pulau ini, patut diduga mulai dijadikan game.  

Sangat mungkin usai mengetahui hasil studi yang dilakukan Conrad Petroleum Ltd yang dilakukan sejak 2019 - 2020, dipresentasikan pada 26 Juni 2020, dikontrakkan pada 2022 dengan hak kelola 30 tahun hingga 2053 untuk Conrad Asia Energy Ltd. 

Gubernur Aceh kala itu, Nova Iriansyah, bisa dibilang “kalah” dalam game itu. 

Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved