Selasa, 28 April 2026

AS dan Israel Masih Ketakutan, Tuntut Iran Serahkan Stok Cadangan Uranium

Amerika Serikat (AS) dan Israel sepertinya masih menyimpan kekhawatiran jika Iran mengaktifkan Kembali program nuklirnya.

Editor: Yocerizal
Kolase Tribun Jambi
Amerika Serikat (AS) dan Israel masih ketakutan dengan program nuklir Iran dan menuntut Negeri Para Mullah tersebut menyerahkan stok cadangan uranium diperkaya. 

SERAMBINEWS.COM - Amerika Serikat (AS) dan Israel sepertinya masih menyimpan kekhawatiran jika Iran mengaktifkan Kembali program nuklirnya.

Meski AS telah melakukan serangan yang diklaim telah menghancurkan tiga fasilitas nuklir Iran, tetapi kedua negara tersebut tetap menuntut Teheran agar menyerahkan stok cadangan uranium diperkaya yang menjadi bahan baku nuklir.

Kekhawatiran itu terlihat dalam pernyataan Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, dalam wawancara dengan Channel 13 Israel sebagaimana diberitakan Iran International, Jumat (27/6/2025).
 
"Sudah jelas dari sejak awal bahwa serangan ituakan melumpuhkan infrastruktur di sekitarnya, tetapi tidak akan menghancurkan material nuklir itu sendiri," katanya.

"Sekarang posisi umum AS dan Israel adalah bahwa mereka memberi tahu Iran: Anda harus menyerahkan material itu (uranium diperkaya)," tambah Katz.

Menteri pertahanan Israel juga mengklaim bahwa Iran kini telah kehilangan kemampuan untuk memproduksi senjata nuklir, karena fasilitas konversi uranium padat juga hancur selama serangan tersebut. 

Katz menggambarkan operasi tersebut sebagai bagian dari strategi untuk menetralisir kemampuan nuklir Iran.

Baca juga: Empat PJU, Dua Kapolres dan Auditor Polda Aceh Dimutasi, Ini Nama-namanya 

Baca juga: Hendak Masak Mie Instan, Warga Aceh Besar Kalang Kabut Api Menyambar Gegara Regulator Gas Bocor  

Pada bagian terpisah, Senator senior Partai Republik, Lindsey Graham, mengatakan, penghancuran fasilitas nuklir Iran belumlah cukup.

Menurutnya, keinginan Iran untuk memperoleh senjata nuklir juga harus dihancurkan.

"Pertanyaan sebenarnya bukan apakah fasilitas tersebut menjadi sasaran atau tidak, melainkan apakah keinginan mereka untuk memiliki bom nuklir telah hilang?" tegas Graham.

"Kami tahu bahwa di ketiga lokasi tersebut (fasilitas nuklir Iran) telah dihancurkan. Namun ambisi Iran masih hidup,"

"Saya tidak tahu di mana 900 pon uranium yang diperkaya tinggi itu disimpan, tetapi itu tidak termasuk dalam target serangan," timpalnya.

Senator Republik itu menekankan perlunya langkah-langkah strategis jangka panjang yang bertujuan mengubah rencana iran untuk mengembangkan senjata nuklir.

Sementara Reporter Axios, Barak Ravid melaporkan bahwa tiga pejabat senior Israel mengungkapkan bahwa persediaan uranium yang diperkaya tinggi (HEU) milik Iran disimpan di terowongan bawah tanah.

Terowongan bawah tanah tersebut diduga berada di sekitar Kawasan Fordow dan Isfahan, yang sepenuhnya terisolasi dari dunia luar karena pemboman fasilitas nuklir beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pekerja yang Punya Gaji di Atas Rp3,5 Juta Ternyata Bisa Dapat BSU, Asalkan Penuhi Syarat Ini

Baca juga: Beasiswa Zakat Indonesia Dibuka! Dapat Rp 140,5 Jt per Mahasiswa 8 Semester, Cek Cara Daftar

"Pejabat Israel yakin mereka akan mendeteksi setiap upaya Iran untuk memulihkan uranium yang diperkaya ini," tulis laporan tersebut.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved