Iran Dikabarkan Sudah Membuka Kembali Akses ke Fasilitas Nuklir Fordow
Republik Islam Iran dikabarkan sudah membuka kembali akses ke fasilitas nuklir Fordow. Hal ini merujuk pada hasil citra satelit Maxar.
SERAMBINEWS.COM - Republik Islam Iran dikabarkan sudah membuka kembali akses ke fasilitas nuklir Fordow. Hal ini diungkapkan akun sumber terbuka Intel di jejaring sosial X merujuk kepada hasil citra satelit.
"Seminggu setelah serangan, Iran dengan cepat melakukan operasi rekayasa untuk membuka kembali akses ke fasilitas Fordow,” tulis akun tersebut.
Menurut laporan ini, citra satelit baru dari Maxar mengonfirmasi aktivitas ini.
Terpisah, Direktur Jenderal Badan Tenaga Atom Internasional, Rafael Grossi, menyatakan, Iran hanya dapat mengaktifkan beberapa kaskade sentrifus dan memperkaya uranium dalam beberapa bulan ke depan.
Menanggapi hal itu, Presiden Institut Sains dan Keamanan Internasional, David Albright, dalam sebuah posting di jejaring sosial X, mempertanyakan maksud dari pernyataan Grossi.
"Apakah Grossi bermaksud bahwa Iran hanya memiliki sekitar 300 sentrifus di luar lokasi Natanz dan Fordow? Jika demikian, keadaannya lebih baik dari yang saya bayangkan," tulisnya.
Albright mengatakan Iran baru-baru ini kehilangan lebih dari 20.000 sentrifus dan tidak lagi memiliki kapasitas untuk memproduksinya lagi.
Baca juga: Keren! Ditpolairud Polda Aceh Kibarkan Merah Putih di Dasar Laut Sabang, Meriahkan Hari Bhayangkara
Baca juga: Usai Perang 12 Hari, Iran Ragu atas Komitmen Israel terhadap Gencatan Senjata, Waspada jika Diserang
Sementara itu, empat pejabat Amerika Serikat (AS) kepada The Washington Post mengungkapkan bahwa AS telah memperoleh panggilan yang disadap dari pejabat senior Iran.
Mereka membahas serangan AS terkini terhadap fasilitas nuklir Iran dan mengatakan serangan itu tidak terlalu merusak seperti yang diduga.
Para pejabat yang tidak ingin namanya disebutkan itu mengatakan bahwa para pejabat Iran dalam panggilan telepon tersebut terkejut dengan tingkat kerusakan yang ternyata lebih rendah dan terbatasnya cakupan serangan AS.
Informasi SIGINT yang disadap adalah bukti awal pertama penilaian internal Iran setelah serangan AS, yang memberikan gambaran lebih kompleks daripada yang disampaikan Presiden AS Donald Trump sebelumnya, yang mengatakan bahwa operasi itu benar-benar menghancurkan program nuklir Iran.
Laporan The Washington Post itu langsung mendapat tanggapan dari Gedung Putih dan menuding media tersebut membantu orang lain melakukan kejahatan.
"Sangat memalukan bahwa Washington Post membantu orang melakukan kejahatan dengan menerbitkan panggilan yang bocor ini,” kata Juru Bicara Gedung Putih, Carolyn Levitt.
“Klaim bahwa pejabat Iran mengetahui apa yang ada di bawah reruntuhan setinggi ratusan kaki adalah tidak masuk akal. Program senjata nuklir mereka sudah berakhir,” tegasnya.
Baca juga: Rakyat Iran Tuntut Pemerintah Segera Buat Bom Nuklir setelah Serangan Israel-AS
Baca juga: Pasukan Israel Gempur Sekolah-sekolah yang jadi Tempat Penampungan Pengungsi
Sementara analis mengatakan, AS menggunakan bom anti-perlindungan seberat 30.000 pon dan rudal Tomahawk dalam serangan itu. Terdapat perbedaan pendapat yang cukup besar tentang tingkat kerusakan yang sebenarnya dan waktu yang dibutuhkan untuk membangun kembali.
Update Perang Iran Israel
Perang Iran-AS
Fasilitas Nuklir Fordow
Fasilitas Nuklir Iran
Iran Buka Kembali Fasilitas Nuklir
program nuklir Iran
| Iran Siap Hadapi Serangan Baru AS, Ancam Beri Balasan Keras dan Mematikan |
|
|---|
| Pesawat Serang Paling Brutal AS Terlibat dalam Perang di Iran, Dijuluki Tank Terbang |
|
|---|
| Negara yang Diuntungkan dan Paling Terpukul dari Perang Iran, Dampaknya ke Ekonomi Dunia |
|
|---|
| Ini Negara Ketiban Untung dan Paling Terpukul dari Pecahnya Perang Timteng |
|
|---|
| Iran Belum Gunakan Kekuatan Penuh, IRGC Siapkan Rudal Terberat untuk Serangan ke AS dan Israel |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Fasilitas-nuklir-Iran-Fordow-Maxar-Technologies.jpg)