Kupi Beungoh
Rumah 18 Meter Persegi: Antara Solusi Ekonomi dan Ketimpangan Spiritualitas
Ruang yang terlalu sempit akan menyulitkan pelaksanaan nilai-nilai adab Islam, khususnya pemisahan ruang pribadi dan ruang tamu.
*) Oleh: Ir. Tgk. Saiful Hadi, MT
PEMERINTAH melalui Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memperkenalkan desain rumah subsidi seluas 18 meter persegi di atas lahan 25 meter persegi.
Rumah ini ditujukan bagi keluarga kecil atau generasi muda yang ingin memiliki hunian terjangkau di pusat kota.
Namun, sebagai provinsi yang menerapkan syariat Islam, Aceh patut mempertimbangkan lebih dalam: apakah rumah sekecil itu layak dihuni oleh keluarga Muslim dari perspektif spiritual, sosial, dan budaya? Apakah cukup untuk membentuk keluarga yang sakinah?
Rumah dalam Islam: Lebih dari Sekadar Tempat Berteduh
Dalam Islam, rumah tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tapi juga sebagai pusat tarbiyah (pendidikan), tempat ibadah, dan tempat membangun karakter keluarga.
Dalam Jurnal Teknosains, Volume 8 Nomor 2, Juli 2014, hlm. 195–208, Andi Isdyanto menulis bahwa rumah ideal menurut Islam harus memiliki ruang yang cukup untuk orang tua, anak, dan tamu.
Juga harus bersih, sehat, memiliki ventilasi yang baik, serta memberikan kenyamanan fisik dan spiritual.
Tentu saja, rumah 18 m⊃2; yang hanya terdiri dari satu kamar tidur, ruang dapur, ruang keluarga yang menyatu, dan kamar mandi akan sulit memenuhi standar tersebut.
Batas antara privasi, ruang ibadah, dan interaksi keluarga menjadi kabur.
Ruang yang terlalu sempit akan menyulitkan pelaksanaan nilai-nilai adab Islam, khususnya pemisahan ruang pribadi dan ruang tamu, serta pendidikan anak secara efektif.
Menengok Rumah Nabi Muhammad SAW
Sebagian mungkin berargumen bahwa rumah Rasulullah SAW pun sangat kecil dan sederhana.
Memang benar, dalam berbagai catatan sejarah, rumah Nabi Muhammad SAW bersama Aisyah diperkirakan berukuran sekitar 3,5 x 5 meter.
Rumah tersebut terdiri dari satu kamar dengan atap dari pelepah kurma dan bahan alami lainnya.
| 24 Tahun Aceh Tamiang : Negeri yang Ditempa untuk Menjadi Besar |
|
|---|
| Hegemoni Energi AS dan Dilema China di Balik Penangkapan Maduro dan Serangan ke Iran |
|
|---|
| Membaca Strategi Pakistan Sebagai Mediator yang Lahir di Tengah Badai Krisis |
|
|---|
| Carut Marut Kabel Optik dan Wajah Kota Banda Aceh |
|
|---|
| Merindukan Calon Rektor UIN Ar-Raniry Bervisi Internasional |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Teungku-dayah-di-Aceh-Saiful-Hadi-kini-resmi-menyandang-gelar-Insinyur.jpg)