Senin, 20 April 2026

Kesehatan

Dr Boyke: 1000 Hari Pertama Kehidupan: Kunci Anak Sehat, Cerdas dan Terhindar dari Gangguan Perilaku

Periode 1000 hari pertama ini mencakup masa sejak kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Penulis: Firdha Ustin | Editor: Amirullah
YT Deddy Corbuzier
dr Boyke Dian Nugraha menekankan pentingnya 1000 hari pertama kehidupan sebagai fase emas yang menentukan masa depan anak, baik secara fisik, mental, maupun perilaku. 

Peran orang tua dalam memberikan nutrisi yang cukup dan lingkungan emosional yang sehat selama 1000 hari pertama kehidupan sangat krusial.

Dengan memberikan perhatian yang tepat sejak masa kehamilan, risiko gangguan perkembangan hingga perilaku menyimpang di masa dewasa dapat dicegah.

Baca juga: Kapan Waktu Berhubungan Intim Setelah Melahirkan? dr Boyke: Bisa Hamil Lagi Tanpa Menstruasi!

Anak SD Sudah Tiru Hal Dewasa, Deddy Corbuzier & dr Boyke: Saatnya Edukasi Seks Masuk Rumah &Sekolah

Fenomena mengejutkan mengenai anak-anak usia Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang mulai terlibat dalam perilaku dewasa menjadi perhatian serius dalam podcast yang dipandu oleh Deddy Corbuzier bersama dr Boyke Dian Nugraha, seorang dokter kandungan dan seksolog ternama di Indonesia.

Dalam podcast tersebut, keduanya membahas secara mendalam tentang kurangnya edukasi seksual, peran orang tua yang minim, hingga dampak negatif dari kemajuan teknologi yang tidak disertai kontrol dan pendampingan.

Pembahasan ini bermula di saat Deddy Corbuzier menyoroti anggapan di masyarakat yang masih belum bisa menerima pemberian edukasi seksual secara terang-terangan.

Banyak dari mereka beranggapan bahwa pemberian edukasi seksual seperti mengajarkan tentang "bagaimana melakukan".

Padahal menurut Deddy Corbuzier, edukasi seksual justru sebaliknya, yakni menjelaskan “mengapa sebaiknya tidak dilakukan” dan “apa risikonya jika dilakukan”. Ia menegaskan bahwa pembicaraan soal seks tidak seharusnya dianggap tabu.

“Edukasi seksual itu tentang pemahaman. Agar sebelum mereka melangkah, mereka tahu konsekuensinya. Bukan malah menghindar dari pembicaraan ini,” ujar Deddy dikutip Serambinews.com, Rabu (2/7/2025).

Dr Boyke lantas membenarkan pernyataan tersebut dan menjelaskan bahwa banyak anak usia SD yang melakukan hal dewasa karena tidak tahu apa yang mereka hadapi. 

Mereka tidak pernah dibekali informasi yang benar dari orang tua maupun lingkungan pendidikan.

Sementara itu, paparan konten dewasa dari internet dan media sosial terus masuk tanpa filter, dan di saat bersamaan, mereka mulai mengalami pubertas.

“Hormon mereka sedang aktif-aktifnya, mereka sedang dalam proses eksplorasi. Tapi tanpa bimbingan yang tepat, mereka bisa salah arah,” jelas dr Boyke.

Grup WhatsApp Anak SMP Jadi Tempat Tukar Foto Tak Pantas

Dr Boyke kemudian menyoroti sebuah kasus nyata yang terjadi di salah satu sekolah tingkat SMP.

Dalam kasus ini, para siswa dan siswi tergabung dalam grup WhatsApp sekelas, yang berisi aktivitas saling tukar foto pribadi yang seharusnya tidak mereka lakukan.

Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved