Perang Gaza
Ini Usulan Kontroversial Israel yang Hambat Kemajuan Gencatan Senjata di Gaza
Setidaknya 26 warga Palestina tewas pada hari Sabtu dalam serangkaian serangan udara dan artileri Israel di Jalur Gaza. Serangan tersebut menargetkan
SERAMBINEWS.COM - Kemajuan dalam perundingan gencatan senjata Hamas-Israel melambat karena Israel mengusulkan pemindahan paksa warga Palestina ke Rafah.
Hamas menginginkan PBB mengambil alih operasi kemanusiaan dan bantuan, tetapi Israel tetap bertahan dengan GHF yang kontroversial dan terkenal kejam.
Hamas ingin pasukan pendudukan Israel pergi, tetapi Israel dilaporkan ingin terus menduduki lebih dari 40 persen wilayah Gaza.
Israel bersikeras melucuti senjata Hamas dan memaksa para pemimpin puncaknya mengasingkan diri.
26 warga Palestina tewas dalam gelombang terbaru pemboman Israel di Gaza
Setidaknya 26 warga Palestina tewas pada hari Sabtu dalam serangkaian serangan udara dan artileri Israel di Jalur Gaza. Serangan tersebut menargetkan bangunan tempat tinggal dan tempat penampungan yang menampung keluarga-keluarga yang mengungsi paksa di Kota Gaza, Deir al-Balah, dan Khan Younis.
Menurut koresponden Al Mayadeen, pengeboman semakin intensif pada dini hari, menghantam beberapa wilayah padat penduduk. Korban jiwa dilaporkan di beberapa lingkungan, dengan beberapa korban tewas adalah perempuan dan anak-anak.
Di antara para korban adalah Yousef al-Zaq, seorang tokoh yang hidupnya menjadi simbol perjuangan abadi rakyat Palestina. Ia tewas ketika serangan udara menghantam apartemen keluarganya di Jalan Al-Thawra di Gaza tengah.
Lahir pada tahun 2008 di dalam penjara Israel, Yousef pernah diakui sebagai tahanan termuda di dunia; seorang anak yang napas pertamanya dihembuskan di balik jeruji besi, di samping ibunya yang ditahan, Fatima al-Zaq. Kisah mereka menarik perhatian internasional saat itu. Keduanya akhirnya dibebaskan, tetapi kehidupan Yousef, yang sejak awal ditandai oleh pendudukan dan perlawanan, berakhir di bawah bayang-bayang yang sama yang menandai kelahirannya.
Kematiannya mendapat perhatian luas, menyoroti dampak perang terhadap keluarga Palestina selama beberapa generasi.
Empat martir dalam serangan Israel
Di Kota Gaza bagian barat, empat warga Palestina tewas dalam serangan terhadap sebuah gedung yang menampung para pengungsi. Serangan lain menargetkan rumah keluarga al-Safadi di Jalan Yafa, yang mengakibatkan kematian tiga orang.
Dalam insiden terpisah, empat warga Palestina tewas di dekat gerbang Universitas Islam ketika sebuah tenda yang melindungi mereka diserang. Tiga lainnya tewas di lingkungan Sheikh Radwan setelah sebuah serangan menghantam sebuah apartemen.
Bersamaan dengan itu, pembantaian baru terjadi di kamp pengungsian al-Manasra di Deir al-Balah, tempat Sohaib al-Qarinawi, istri, dan anak-anak mereka tewas ketika tenda mereka dibom. Serangan-serangan ini terjadi di tengah krisis kemanusiaan yang semakin dalam, karena puluhan ribu warga Palestina yang terusir masih tanpa tempat berlindung yang aman, seringkali menjadi sasaran di tempat-tempat yang dulunya dianggap sebagai tempat perlindungan.(*)
Brigade Qassam Sergap Patroli Tentara Israel dengan Bom Tanam, 5 Tewas 20 Luka-luka |
![]() |
---|
Macron kepada Netanyahu: Anda telah Mempermalukan Seluruh Prancis |
![]() |
---|
PBB Sebut Memalukan Penyangkalan Israel atas Kelaparan di Gaza |
![]() |
---|
Tentara Israel Terus Merangsek ke Kota Gaza, Bunuh dan Usir warga Palestina |
![]() |
---|
Menteri Israel: Biarkan Mereka Mati karena Kelaparan atau Menyerah |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.