Berita Aceh Utara

Korban Polisi Gadungan Bermunculan, Usai di Aceh Utara, Kini Ada dari Bireuen dan Kota Lhokseumawe

Polisi menyebutkan, pelaporan dari luar Aceh Utara tidak ditangani oleh Polres Aceh Utara karena berada di yurisdiksi yang berbeda.

Penulis: Jafaruddin | Editor: Saifullah
Foto Dok Polres Aceh Utara
BB POLISI GADUNGAN - Kasat Reskrim Polres Aceh Utara, AKP Dr Boestani, SH, MH memperlihatkan barang bukti (BB) senjata air softgun dan borgol yang diamankan dari polisi gadungan. 

Laporan Jafaruddin I Aceh Utara

SERAMBINEWS.COM, LHOKSUKON - Jumlah korban penipuan yang dilakukan oleh pria berinisial IKN (52), yang menyamar sebagai anggota Polri dan BNN, terus bertambah.

Hingga Minggu (13/7/2025)kemarin, sebanyak 28 warga dari Aceh Utara telah melapor ke Polres Aceh Utara.

Jumlah ini meningkat dari 27 orang pada 5 Juli, dan 24 orang sebelumnya.

Selain itu, korban dari Bireuen dan Lhokseumawe juga mulai bermunculan. 

Mereka telah melaporkan kasus penipuan serupa ke Polres di wilayah hukum masing-masing. 

Polisi menyebutkan, pelaporan dari luar Aceh Utara tidak ditangani oleh Polres Aceh Utara karena berada di yurisdiksi yang berbeda.

Kapolres Aceh Utara, AKBP Trie Aprianto, SH, MH melalui Kasat Reskrim, AKP Dr Boestani, SH, MH kepada Serambinews.com, Senin (14/7/2025), mengatakan, bahwa pihaknya terus menerima laporan dari masyarakat.

“Satu tambahan korban yang melaporkan kembali melalui nomor HP yang sudah kami sebar,” kata Kasat Reskrim.

“Sudah kami datangi langsung ke rumahnya untuk dimintai keterangan,” ujarnya, Sabtu (12/7/2025).

IKN sendiri ditangkap pada 2 Juni 2025, di Karang Baru, Aceh Tamiang. 

Saat ditangkap, polisi menyita airsoft gun dan borgol yang digunakan pelaku untuk memperkuat penyamarannya sebagai aparat.

IKN membeli perlengkapan itu di toko olahraga di Medan seharga Rp 4,7 juta, tanpa izin atau syarat khusus.

Modus pelaku sangat beragam: mulai dari menawarkan pengangkatan CPNS, lowongan kerja fiktif di BUMN, hingga jual beli kendaraan, dan ternak palsu.

Banyak korban tertipu karena pelaku dikenal di lingkungan mereka.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved