KUPI BEUNGOH
Ekoteologi, Protas Bumi Perintah Langit
Secara sederhana, ekoteologi adalah pendekatan teologi yang menghubungkan nilai nilai agama dengan Lingkungan.
Tidak hanya yang terus berproduksi, tapi apa yang dimakan oleh makhluk dari tanamannya juga menjadi sedekah yang pahalanya terus mengalir.
Baca juga: Kesabaran Nabi Muhammad SAW Sebagai Kunci Suksesnya Dakwah
Dengan konsep ekoteologi, Kementerian agama mengajak kita untuk mencintai alam dan lingkungan hidup. Tak perlu muluk muluk, setiap warga Kementerian Agama menanam satu batang pohon dan merawatnya sampai tumbuh sempurna.
Ini akan menjadi langkah nyata bagian ekoteologi yang diperintahkan Allah dan Rasulnya. Jika kita masih hidup, maka kita akan merasakan dampak eksosistem yang nyata dari konsep ekoteologi ini.
Pandangan mata akan menghijau, paru paru dunia akan berfungsi dengan asri. Lingkungan sehat dan bencana alam juga akan menjauh.
Konsep Ekologi yang dibawa dengan pendekatan tauhid (teologi) di Lingkungan Kementerian Agama akan menjadikan program ini tidak hanya menjadi konteks “Protas Bumi” , akan tetapi juga akan menjadi “perintah langit”.
Jika ini dipertemukan , maka ekoteologi akan menjadi sarana mengkomunikasikan kesadaran tauhid dalam keselamatan lingkungan.
*) PENULIS adalah Dosen Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah UIN SUNA Lhokseumawe
KUPI BEUNGOH adalah rubrik opini pembaca Serambinews.com. Isi artikel menjadi tanggung jawab penulis.
Baca artikel KUPI BEUNGOH lainnya di SINI
| Demokrasi yang Diringkas: Pilkada dalam Cengkeraman Elite |
|
|---|
| Refleksi HAB Ke-80 Kemenag Pasca Bencana Aceh-Sumatra: Sinergi Umat Dan Kemajuan Bangsa |
|
|---|
| Bencana Hidrometeorologi dan Kajian Dampak Defisit Komunikasi Lingkungan |
|
|---|
| Bencana Banjir Aceh, Urgensi Pelukan Hangat Lintas Sektoral |
|
|---|
| Pulihkan Hulu Hutan Aceh Mulai dari Kesepakatan Moral ke Kerja Kolektif |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Dr-Darmadi-MSi-Dosen-Fakultas-Ushuluddin-Adab-dan-Dakwah-UIN-SUNA-Lhokseumawe.jpg)