Rabu, 22 April 2026

Kupi Beungoh

Hari Anak Nasional: Selamatkan Anak dari Kecanduan Gadget!

Solusi atas kecanduan gadget tidak bisa diserahkan kepada satu pihak. Semua pihak harus bergerak. Orang tua harus introspeksi...

Editor: Eddy Fitriadi
For Serambinews.com
Maysarah, Alumnus Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh Prodi Pendidikan Bahasa Arab. 

Sebagai perbandingan, negara negara besar membatasi penngunaan gadget pada anak karena mengingat dampak yang ditimbulkan. Seperti Prancis, Finlandia, Inggris, Norwegia,  Jerman, Belgia, Belanda, Italia dan baru-baru ini Australia. (https://www.tempo.co/digital/9-negara-yang-membatasi-penggunaan-gadget-pada-anak-1198292). 

Korea Selatan memiliki “Shutdown Law” yang membatasi akses game online bagi anak di bawah 16 tahun pada jam 00.00–06.00 pagi. Di Jepang, pemerintah daerah bahkan mewajibkan orang tua membatasi screen time anak maksimal 1 jam sehari. (https://jogja.idntimes.com/life/family/aturan-screen-time-di-berbagai-negara-c1c2-01-783g5-kt8yws).

Indonesia perlu belajar berani mengintervensi demi keselamatan generasi masa depan. Selain itu, pemerintah juga perlu menyediakan ruang publik ramah anak. Taman bermain, ruang edukasi interaktif, pusat kreativitas anak harus diperbanyak agar anak-anak punya pilihan kegiatan positif di luar dunia digital.

Solusi menyelamatkan generasi bangsa
Anak-anak adalah masa depan bangsa. Jika hari ini kita membiarkan mereka kecanduan gadget tanpa upaya serius untuk menyelamatkan mereka, maka bersiaplah menerima dampaknya di masa depan. Kita tidak hanya kehilangan generasi cerdas, tetapi juga generasi sehat, generasi santun, dan generasi yang memiliki kepedulian sosial.

Solusi atas kecanduan gadget tidak bisa diserahkan kepada satu pihak. Semua pihak harus bergerak. Orang tua harus introspeksi, sekolah harus berinovasi, pemerintah harus berani membuat kebijakan tegas, dan masyarakat luas harus peduli terhadap masa depan anak-anak di lingkungannya.

Hari Anak Nasional seharusnya menjadi momentum kebangkitan, bukan sekedar perayaan kosong. Mari kita jadikan hari ini sebagai titik balik untuk menyelamatkan anak-anak dari jerat gadget yang berlebihan. Mulailah dari hal kecil: lebih sering menatap mata anak daripada layar HP, lebih sering bermain bersama anak daripada membiarkannya sendirian bersama gadget. Karena sejatinya, masa depan mereka ada di tangan kita semua. Anak bukan hanya butuh gadget, anak butuh cinta, perhatian, dan bimbingan agar tumbuh sehat jiwa raga.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved