Berita Pidie

Puluhan Keuchik di Simpang Tiga Pidie Curhat soal Kelangkaan Air Irigasi ke Kapolres, Ini Responsnya

Musim kemarau di Kabupaten Pidie menyebabkan sumber air seperti irigasi debit airnya kurang. 

Penulis: Muhammad Nazar | Editor: Mursal Ismail
For Serambinews.com
JUMAT CURHAT - Warga melayangkan pertanyaan kepada Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana, SIK saat digelar Jumat Curhat, di warung kopi Gampong Ceurucok Sagoe, Kecamatan Simpang Tiga, Jumat (25/7/2025). 

Musim kemarau di Kabupaten Pidie menyebabkan sumber air seperti irigasi debit airnya kurang. 

Laporan Muhammad Nazar I Pidie

SERAMBINEWS.COM, SIGLI - Puluhan keuchik di Kecamatan Simpang Tiga 'curhat' soal kelangkaan air, sehingga kelimpungan menyuplai air ke tanaman padi yang kini mengalami kekeringan. 

Musim kemarau di Kabupaten Pidie menyebabkan sumber air seperti irigasi debit airnya kurang. 

Luas tanam musim gadu di Kecamatan Simpang Tiga sekitar 123 hektare dari potensi luas areal sawah sekitar 550 hekatare. 

Kecamatan Simpang Tiga memiliki 52 gampong. 

Keluhan sejumlah keuchik itu disampaikan kepada Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK MIK, dalam kegiatan Jumat Curhat di Pertashop Woe Lom Kupi, Gampong Ceurucok Sagoe, Kecamatan Simpang Tiga, Jumat (25/7/2025)

Dalam kegiatan itu, masyarakat juga menyampaikan berbagai persoalan yang dihadapi warga, baik menyangkut keamanan maupun masalah irigasi pertanian, yang belum tertangani. 

Baca juga: Nasib Rio Preman Medan yang Palak Penjaga Warung Ngaku Anak Kasat Narkoba, Ternyata Positif Narkoba

Kapolres Pidie AKBP Jaka Mulyana, SIK, MIK dalam sambutannya menyampaikan bahwa 

"Kegiatan Jumat Curhat itu menjadi ruang komunikasi langsung antara aparat penegak hukum dan masyarakat, guna mencari solusi bersama atas permasalahan yang dihadapi warga," kata Kapolres Pidie, AKBP Jaka Mulyana SIK, kepada Serambinews.com, Jumat (25/7/2025).

Kata Kapolres Pidie, ia mengapresiasi kehadiran keuchik dan masyarakat, yang menyampai keluhan secara langsung.

Menurutnya, polisi tidak hanya fokus pada penegakan hukum, namun akan hadir sebagai mitra masyarakat dalam membangun ketentraman dan mendukung kesejahteraan bersama.

“Persoalan irigasi dan kesulitan air bagi petani tentu menjadi perhatian bersama. 

Meski itu bukan wewenang langsung kami di kepolisian, namun kami siap membantu mendorong dan memfasilitasi koordinasi antar instansi, agar persoalan kelangkaan air bisa mendapatkan solusi,” ujarnya. 

Baca juga: Diterima Dandim, 143 Lulusan SPPI Siap Mengabdi hingga Wilayah Terpencil

Ia menambahkan, pentingnya sinergi antara unsur Muspika, perangkat gampong, dan seluruh elemen masyarakat dalam menyikapi permasalahan lokal secara gotong-royong.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved