Kupi Beugoh
Menyusui Investasi Masa Depan Generasi Emas Indonesia
Menyusui bukan sekadar pilihan medis. Dalam Islam, ia adalah perintah yang sarat hikmah.
Oleh: Prof. Dr. dr. Rajuddin, Sp.OG., Subsp.FER *)
KETIKA kita membicarakan masa depan Indonesia khususnya Aceh, sering kali pikiran kita melayang pada pembangunan infrastruktur, investasi, atau pendidikan tinggi.
Namun, ada satu fondasi yang sering luput dari perhatian yaitu kesehatan dan kecerdasan anak-anak yang lahir hari ini. Pondasi itu dimulai sejak dari pelukan pertama seorang ibu, ketika ia memberikan yang terbaik dari tubuhnya Air Susu Ibu (ASI).
Menyusui bukan sekadar pilihan medis. Dalam Islam, ia adalah perintah yang sarat hikmah. Allah SWT berfirman: “Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan” (QS. Al-Baqarah: 233).
Ini adalah arahan langsung dari Sang Pencipta, bukan hanya demi kesehatan fisik, tetapi juga sebagai wujud kasih sayang, kedekatan emosional, dan pendidikan akhlak sejak dini.
Perintah ini diperkuat lagi dalam QS. Luqman: 14, “Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun.”
Ayat ini mengajarkan betapa beratnya perjuangan seorang ibu, dari mengandung hingga menyusui, dan betapa besarnya penghargaan yang seharusnya diberikan oleh keluarga serta masyarakat kepada mereka.
Menyusui sebagai Gerakan Ibadah Sosial.
Pekan Menyusui Sedunia (World Breastfeeding Week) 2025 yang digelar AIMI Aceh bersama Kodam Iskandar Muda, Dompet Dhuafa, Poltekkes Kemenkes Aceh, Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, dan berbagai mitra strategis adalah momen penting untuk menghidupkan kembali pesan Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan berlangsung di Lapangan Blang Padang pada 10 Agustus 2025, dibuka oleh Pangdam Iskandar Muda Mayjen TNI Niko Fahrizal yang diwakili KAPOKSAHLI PANGDAM IM Brigjen TNI Bambang Sulistyo Heri, S.Sos., M.Han.
Acara inti berupa Talkshow Dukungan Menyusui bertajuk “Keluarga Hebat, Menyusui Lancar, Menuju Indonesia Emas 2045”dipandu oleh Kartika Hikmatul Laila, SE dengan narasumber: dr. Putri Kartika Listya, Sp.KKLP; Brigjen TNI Bambang Sulistyo Heri, S.Sos., M.Han., beserta Ibu Ida Bambang Sulistyo Heri dan dr. Sri Rezeki, Sp. A.
Selain itu, berbagai kegiatan edukatif dan layanan kesehatan diselenggarakan, seperti senam pijat oksitosin, pelatihan Basic Life Support (BLS) untuk anggota TNI, pemeriksaan kehamilan dan USG gratis, booth konseling menyusui, hingga deklarasi dukungan menyusui oleh para pimpinan organisasi.
Ini bukan sekadar acara seremonial, tetapi gerakan ibadah sosial yang melibatkan tentara, tenaga kesehatan, akademisi, dan masyarakat umum. Sehingga Ibu mendapatkan dukungan penuh dalam menjalankan amanah menyusui.
Saya memandang kolaborasi ini sebagai model sinergi yang patut dicontoh. Tentara yang biasanya identik dengan disiplin dan pertahanan negara, kini ikut terlibat dalam menjaga keluarga sebagai benteng pertama kesehatan bangsa.
| Hadirnya Negara dalam Tradisi Meugang |
|
|---|
| Abu di Lheue, Ulama dengan Pribadi Santun dan Mustajab Doa---Bagian 2 Habis |
|
|---|
| Kisah Abu di Lheue, Dirikan Dayah sebagai Benteng Melawan Paham Sesat---Bagian 1 |
|
|---|
| Kolegium di Persimpangan: Antara Regulasi Negara dan Otonomi Profesi |
|
|---|
| Menjaga Warisan Hijau: Refleksi Hari Konservasi Alam Nasional untuk Aceh |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Prof-Dr-dr-Rajuddin-SpOG-K-Subsp-FER.jpg)