Darius Bayani, Rambonya TNI dari Papua Kebanggaan Presiden Prabowo

Momen haru terlihat ketika Prabowo menyematkan Tanda Kehormatan Bintang Sakti kepada Letda (Purn) Darius Bayani.

Editor: Yocerizal
Youtube Sekretariat Presiden
RAMBONYA TNI - Presiden Prabowo Subianto menyematkan Tanda Kehormatan Bintang Sakti kepada Letda (Purn) Darius Bayani yang dijuluki rambo-nya TNI di Batujajar, Jawa Barat, Minggu (10/8/2025). 

Inilah kecerdasan dari seorang pribumi, putra daerah. Dia lebih tahu kondisi setempat dibandingkan dengan orang asing yang datang dari jauh walaupun membawa alat yang canggih. 

Saya pun memutuskan untuk menyerang enam titik sesuai hasil kajian Tim Intelijen saya. Akhirnya kami berhasil membebaskan sandera. Walaupun jatuh korban dari pihak kita dan dari pihak sandera. Dari 26 sandera, tiga orang dibunuh oleh penyandera. Sisanya lepas termasuk semua orang asing.

Keberhasilan operasi pembebasan sandera Mapenduma ini telah mengangkat wibawa TNI, Pemerintah Pusat, dan Republik Indonesia. 

Saya merasa sangat bangga atas keberhasilan ini. Namun, sekarang saya sadar bahwa keberhasilan itu juga karena adanya keberanian dan ketegasan seorang bintara. 

Prabowo Bersama Darius Bayani
BERSAMA BAYANI - Komandan Jenderal Kopassus Brigjen Prabowo Subianto berbincang dengan Peltu Darius Bayani saat memimpin operasi Mapenduma di Papua tahun 1996.

Dengan percaya diri, dia berhasil meyakinkan seorang jenderal, seorang perwira tinggi Indonesia. Dia telah berperan besar dalam menyelamatkan wajah bangsa Indonesia. 

Saya bersyukur bahwa naluri saya benar untuk mengikuti anak buah saya sendiri dan tidak terintimidasi untuk terlalu mengandalkan teknologi barat yang canggih. 

Seorang perwira Inggris bahkan berkomentar: "Hanya James Bond yang bisa melakukan ini. Hanya James Bond yang bisa berhasil dalam jenis operasi ini." 

Setelah kami berhasil, mungkin orang asing ini sekarang akan menganggap kami setara dengan James Bond. Perbedaan terbesarnya adalah, James Bond adalah fiksi. Tentara kami nyata dan kami berhasil dalam kenyataan, bukan dalam film.

Berani Menjawab Jenderal

Kisah lainnya diceritakan langsung oleh Prabowo dalam sebuah acara resmi. Kali ini, Prabowo telah menjadi Presiden RI.

Prabowo mengatakan, di Papua, ada seorang Sersan Mayor bernama Bayani, asli orang Papua. 

Dia memberikan tugas kepada Bayani untuk masuk ke daerah musuh yang mungkin harus melewati 3 atau 4 gunung. 

"Saya kasih tugas, masuk ke daerah musuh, dari satu sudut yang melewati mungkin sekitar 3, 4 gunung. Saya kasih dia sekian hari," kata Prabowo.

Baca juga: Polda Sumut Tangkap Dua Kurir Sabu di Idi Rayeuk Aceh Timur

Baca juga: Empat Pemain Aceh Resmi Memperkuat PSMS Medan, Semuanya Eks Persiraja

Pada hari tertentu Bayani menyampaikan laporan. Prabowo lalu menanyakan kepada Bayani mengapa ia masih berada tempat tersebut, karena seharusnya ia sudah di tempat lain.

"Dia, sersan mayor berani jawab ke jenderal," ujar Prabowo sambil menirukan jawaban Bayani.

"Bapak, kenapa bapak tidak ke sini saja," ucap Prabowo menirukan Bayani yang spontan disambut gelak tawa semua tamu yang hadir di acara tersebut.

Prabowo melanjutkan ucapan Bayani.

"Bapak harus lihat rambut saya sudah kena es semua bapak, sangking diginnya rambut saya sudah jadi es. Bapak ke sini aja, bapak lihat,"

Mendengar jawaban tersebut membuat Prabowo tersadar tentang kondisi Bayani dan betapa berat medan yang harus dia tempuh.

"Waduh, saya sadar, oke-oke Bayani. Kamu teruskan, sesuaikan aja," imbuh Prabowo lagi.(*)

Halaman 3/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved