Salam

Sekda bukan Politikus, Ia Penggerak Birokrasi

Politik adalah urusan wali kota dan legislatif. Ketika Sekda ikut bermain dalam arena politik, maka netralitas birokrasi dipertaruhkan.

Editor: mufti
Dok IG Illiza
Jalaluddin saat berfoto dengan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal dan Wakil Wali Kota Banda Aceh Afdhal Khalilullah Muklis. 

PELANTIKAN Jalaluddin ST MT sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif Kota Banda Aceh, Selasa (19/8/2025), menjadi momen penting bagi arah birokrasi. Apalagi mengingat saat pelantikan tersebut, ada satu pesan khusus Wali Kota Illiza Sa’aduddin Djamal: Sekda tidak boleh bermain politik.

Pesan ini bukan tanpa alasan. Dalam sistem pemerintahan daerah, Sekda adalah motor penggerak birokrasi, bukan pemain politik. Ia harus netral, profesional, dan fokus memastikan seluruh perangkat daerah berjalan sesuai visi-misi kepala daerah.

Politik adalah urusan wali kota dan legislatif. Ketika Sekda ikut bermain dalam arena politik, maka netralitas birokrasi dipertaruhkan. Keputusan bisa bias, pelayanan publik tersandera, dan kepercayaan rakyat pun bisa terkikis.

Apalagi Banda Aceh tengah mengusung visi sebagai kota kolaborasi. Ini menuntut birokrasi yang kuat, disiplin, dan bebas dari tarik-menarik kepentingan politik. Jalaluddin, dengan latar belakang teknik dan pengalaman panjang, diharapkan menjadi teladan birokrat yang bekerja dengan etos dan integritas, bukan kalkulasi politis.

Pemisahan tegas antara ranah politik dan birokrasi harus terus dijaga. Karena hanya dengan birokrasi yang bersih dan profesional, pembangunan bisa berjalan tepat arah, dan rakyat bisa merasakan manfaatnya secara langsung.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal resmi melantik Jalaluddin sebagai Sekda Kota Banda Aceh definitif. Pengambilan sumpah jabatan dan pelantikan itu dilakukan di Aula Mawardy Nurdin, Selasa (19/8/2025).

Wali Kota mengapresiasi atas pengabdian Jalaluddin yang sebelumnya menjabat sebagai Pj Sekda Banda Aceh. “Saya sama Pak Jalal sudah lama di birokrasi. Saya kenal dekat beliau, beliau rajin ibadah. Mudah-mudahan kalau taat dengan Allah, tidak berkhianat kepada manusia," kata Illiza.

Menurutnya, figur Sekda juga harus memastikan perangkat daerah dapat bekerja dengan penuh kedisiplinan. "Enam bulan kita bekerja sama. Menjadi Sekda ini berat, bukan hal mudah. Saya pejabat politik, sementara sekda pejabat birokrasi. Sekda harus fokus menjalankan tugasnya. Politik biar saya yang urus," jelasnya.

Ia juga mengingatkan, Sekda tidak boleh bermain-main dari sisi politik, harus lurus dalam mengurus birokrasi. "Urusan politik biar saya jalankan bersama teman-teman DPRK. Pak Sekda kerjakan tugas birokrasi saja," jelasnya.

Menurutnya, hal tersebut bisa dicapai jika ada kebersamaan dan menjalankan kerja secara profesional. Sehingga, Jalaluddin dengan latar belakang pendidikan sebagai lulusan teknik, sangat diperlukan dalam penataan dan kebersihan kota. 

Wali Kota berharap, dengan senioritas yang dimiliki Sekda definitif, nantinya dapat berkolaborasi dengan para kepala OPD, asisten, dan inspektur agar perencanaan dan disiplin pelaksanaan pembangunan dapat berjalan sesuai apa yang diharapkan.

"Karenanya, Pak Sekda harus mengajarkan disiplin kepada ASN dengan etos kerja yang baik. Kinerja juga bisa terukur dengan baik. Jadi, kalau kita banyak bicara orang nggak dengar, tapi kalau kita contohkan tentu mereka akan ikuti,” pungkas Wali Kota.

Untuk itu, tentu saja kita tidak lupa mengucapkan selamat kepada Ir. Jalaluddin, ST, MT atas kepercayaan dilantik sebagai Sekda Kota Banda Aceh. Kita berharap selalu amanah dalam menjalankan tugas yang mulia ini. Semoga!

 

POJOK

Wali Kota Banda Aceh minta Sekda Jalaluddin tidak berpolitik dalam mengurus birokrasi

Masalahnya berpolitik itu berat, tahu?

Mahkamah Agung turunkan biaya perkara kasasi dan PK

Biaya perkara cuma Rp 500.000, di luar itu siapa yang bisa menduga?

Komnas Haji usulkan agar umrah mandiri dilarang

Terkejut, kirain umrahnya yang dilarang, hehehe…

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

Berita Populer

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved