Salam
Kuala Simpang Cocok jadi Destinasi Kota Tua
SEBUAH gagasan menarik dilontarkan Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Armia Pahmi yang mewacanakan Kualasimpang sebagai destinasi kota tua.
SEBUAH gagasan menarik dilontarkan Bupati Aceh Tamiang, Irjen Pol (Purn) Armia Pahmi yang mewacanakan Kualasimpang sebagai destinasi kota tua. Untuk itu, ia meminta agar penataan Kota Kualasimpang disusun ulang.
Gagasan ini disampaikan Armia Pahmi usai berjalan kaki menyusuri Kota Kualasimpang pada Senin (9/6/2025). Dia mengajak sejumlah pejabat, termasuk Plt Sekda Aceh Tamiang, Adi Darma, untuk mendiskusikan langsung penanganan Kota Kualasimpang.
Purnawirawan perwira tinggi Polri ini mengingatkan kalau Kota Kualasimpang merupakan kota tua yang memiliki banyak sejarah, sehingga kelestariannya harus terjaga. Kota tua ini harus menjadi pusat sejarah, wisata, edukasi dan perekonomian di masa depan.
“Kota Kualasimpang ini heritage, keberadaannya harus terpelihara,” ujarnya sebagaimana diberitakan Serambi, Selasa (10/6/2025). “Saya ingin Kota Kualasimpang menjadi tujuan wisata, baik lokal dan nasional,” tambah Armia.
Gagasan Bupati Aceh Tamiang ini memang patut diapresiasi. Kota Kuala Simpang memang memiliki sejarah yang panjang. Dari berbagai referensi dijelaskan, Kuala Simpang dulunya adalah ibu kota Kerajaan Tamiang, yang dikenal sebagai Benua.
Pada masa kolonial, wilayah ini menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan penting. Masa itu, dibangun banyak pertokoan dan bangunan kolonial yang menjadi ciri khas wilayah ini. Setelah kemerdekaan, Kuala Simpang terus berkembang sebagai pusat administrasi dan ekonomi.
Menurut sejarah, Kuala Simpang sebelum menjadi kota sekitar tahun 1888 masih bernama Pekan Raya. Disebut Pekan Raya karena wilayah ini merupakan pusat perdagangan yang sangat ramai disinggahi oleh para saudagar-saudagar dari luar untuk berdagang di daerah ini.
Kuala Simpang dalam bahasa Belanda disebut Onder Afdeling Tamiang yang dipimpin oleh adalah Controleur. Pada masa kemerdekaan, Onder Afdeling Tamiang berubah menjadi kewedanaan Tamiang, yang kemudian berubah menjadi Kecamatan.
Karena itu, sangat tepat sekali ketika Jenderal Armia Pahmi kemudian menggagas Kuala Simpang menjadi destinasi kota tua. Sejauh ini, di Aceh baru Kota Sabang yang pernah mencanangkan destinasi kota tua, yakni pada tahun 2023 silam. Tetapi gaungnya saat ini sudah tak lagi terlalu terdengar.
Di Indonesia saja, tercatat cuma ada 10 destinasi kota tua. Yaitu, Kota Lama Semarang, Kota Tua Jakarta, Jalan Braga Bandung, Kota Tua Yogyakarta, Kota Tua Surabaya, Kota Tua Lasem, Kota Tua Ampenan, Kota Singkawang, Kawasan Sekenak, dan Nagari Pariangan.
Bukan tidak mungkin ke depan, ada bertambah satu lagi destinasi kota tua di Indonesia, yakni Kota Tua Kualasimpang. Memang untuk menuju ke sana tidak mudah, butuh penataan ulang, butuh anggaran yang tentunya juga tidak sedikit. Tetapi setidaknya, Armia telah mengawali langkah ke arah sana.(*)
POJOK
Ketua DPRA dan Plt Sekda bahas sumbatan realisasi APBA
Padahal udah tahu sama tahu kan? Hehehe...
Jumlah bank di Indonesia terlalu banyak
Iya, tetapi di Aceh terlalu sedikit
Jumlah penduduk miskin Indonesia melonjak
Tetapi kemiskinan tertinggi masih Aceh kan?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bUPATI-Aceh-Tamiang-retreat-di-magelang_kenang-mas-lalu.jpg)