Citizen Reporter
Aceh, Kisahku: Dari Luka ke Pengabdian
Inilah kesaksian seorang ibu, penyintas, sekaligus relawan—tentang Aceh yang terluka, namun tak pernah kehilangan harapan.
Luka lama yang belum sepenuhnya sembuh, kini harus kembali melihat luka baru yang sedang menimpa Aceh.
Tanggal 15 Desember 2025 aku kembali terbang ke Banda Aceh, bukan untuk tidak kembali lagi melainkan untuk menata nafas agar kembali kuat.
Penutup
Aku datang ke Aceh hanya untuk liburan, tapi takdir membawaku kembali ke garis depan. Dari korban tsunami 2004, kini aku menjadi relawan yang hadir di tengah bencana 2025.
Aku belajar bahwa menjadi relawan bukan hanya soal niat, tetapi juga soal keberanian menghadapi realitas: logistik terbatas, akses sulit, suhu dingin, listrik dan sinyal mati hidup.
Namun, solidaritas warga, kepemimpinan yang humanis, dan semangat kebersamaan membuat semua tantangan bisa dihadapi. Aceh pernah bangkit dari tsunami, dan aku percaya, Aceh akan bangkit lagi dari banjir.
| Student Exchange UIN Ar-Raniry Kunjungi Masjid Jame' Asr Hassanil Bolkiah, Brunei Darussalam |
|
|---|
| Jemput Ilmu dan Jaringan Internasional: 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terbang ke Brunei Darussalam |
|
|---|
| 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Lulus Program Student Exchange ke Brunei Darussalam 2026 |
|
|---|
| Ikhtiar India Menghadirkan Hunian Layak bagi Masyarakat Miskin Kota |
|
|---|
| Menjalani Puasa Ramadhan di Musim Dingin Barat Irlandia |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Asnidar-Relawan-dari-Persatuan-Dokter-Umum-Indonesia-PDUI-Bekasi.jpg)