Citizen Reporter
Nanda Kumar dan Kanji Ramadhan: Harmoni Lintas Iman di Gampong Cureh Bireuen
Meski beragama Hindu, Pak Nanda telah puluhan tahun menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan sosial masyarakat Aceh.
Selama puluhan tahun berdagang, ia dikenal ramah, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai saling menghormati.
Sikap itulah yang membuatnya diterima dengan baik di lingkungan yang mayoritas Muslim.
Di tengah berbagai narasi tentang perbedaan dan sekat identitas, kisah Pak Nanda Kumar menghadirkan wajah lain dari Aceh yaitu wajah yang ramah, inklusif, dan menjunjung tinggi nilai kemanusiaan.
Melalui tindakan sederhana namun konsisten, ia membuktikan bahwa toleransi bukan sekadar slogan, melainkan praktik hidup sehari-hari.
Di Gampong Cureh, harmoni itu tidak dibicarakan dengan kata-kata besar.
Ia hadir dalam kepulan uap kanji Ramadhan, dalam senyum orang-orang yang menanti waktu berbuka, dan dalam ketulusan seorang pedagang herbal yang memilih berbagi tanpa memandang perbedaan. (*)
| Student Exchange Ke Brunei: Melihat Langsung Negara yang Religius, Tertib, dan Lestarikan Hutan |
|
|---|
| Rahasia di Balik Kemajuan dan Keteraturan Singapura |
|
|---|
| Indonesia Kaya SDA, Tapi Mengapa Rakyat Miskin dan Bodoh? |
|
|---|
| Student Exchange UIN Ar-Raniry Kunjungi Masjid Jame' Asr Hassanil Bolkiah, Brunei Darussalam |
|
|---|
| Jemput Ilmu dan Jaringan Internasional: 13 Mahasiswa UIN Ar-Raniry Terbang ke Brunei Darussalam |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Nanda-Kumar-dan-Kanji-Ramadhan-Harmoni-Lintas-Iman-di-Gampong-Cureh-Bireuen.jpg)