Salam
Revisi UUPA Urusan Kita Bersama
Seruan ini bukan sekadar formalitas, melainkan pengingat keras bahwa janji damai tak boleh dikerdilkan oleh tafsir sempit birokrasi.
GUBERNUR Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem, menyerukan agar revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) benar-benar mencerminkan semangat dan substansi Perjanjian Damai MoU Helsinki. Seruan ini bukan sekadar formalitas, melainkan pengingat keras bahwa janji damai tak boleh dikerdilkan oleh tafsir sempit birokrasi.
MoU Helsinki bukan sekadar dokumen diplomatik. Ia adalah naskah pengikat luka sejarah, jembatan antara konflik dan perdamaian, antara senjata dan suara rakyat. Maka, ketika revisi UUPA digodok di Senayan, Aceh berhak menuntut agar setiap pasal yang lahir tidak menjadi pengkhianatan terhadap semangat Helsinki.
Mualem sebagaimana diberitakan Serambi, Selasa (16/9/2025), menyampaikan harapan agar DPR RI dan Pemerintah Pusat tidak bermain-main dengan amanah sejarah. Ia menyebut, hasil revisi harus sesuai dengan apa yang telah dijanjikan dalam MoU Helsinki. Ini bukan permintaan pribadi, tapi tuntutan kolektif rakyat Aceh.
“Kami harap DPR RI dan Pemerintah Pusat agar revisi UUPA dapat segera diselesaikan dan hasil revisinya juga harus sesuai dengan apa yang telah dijanjikan dalam Perjanjian Damai MoU Helsinki,” kata Mualem.
Namun suara Mualem sendiri saja tentu tidak cukup. Oleh karena itu, Mualem mengajak seluruh masyarakat Aceh untuk kompak, bersatu, dan mengawal proses revisi ini. Jangan sampai ada pasal-pasal mengambang yang sulit diimplementasikan. Jangan biarkan UUPA menjadi undang-undang tanpa gigi.
Kita menilai, ajakan Mualem ini bukan sekadar retorika politik. Ia adalah panggilan moral untuk menjaga marwah Aceh. Ketika perdamaian telah diraih dengan susah payah, maka tugas kita adalah merawatnya, bukan membiarkannya layu dalam ketidakjelasan hukum.
Pemerintah Pusat pun diingatkan bahwa komitmen terhadap MoU Helsinki bukan pilihan, melainkan kewajiban. Jika Aceh telah menunjukkan komitmen terhadap perdamaian, maka Jakarta pun harus menunjukkan komitmen terhadap keadilan.
Dalam pernyataannya, Mualem juga menegaskan bahwa keamanan dan kesejahteraan Aceh akan berdampak positif bagi Indonesia secara keseluruhan. Ini bukan hiperbola. Ketika Aceh damai, maka Indonesia pun lebih kuat. Ketika Aceh sejahtera, maka Indonesia pun lebih adil.
Kita mengajak seluruh elemen masyarakat, dari tokoh adat hingga pemuda gampong untuk tidak apatis. Revisi UUPA bukan urusan elite semata. Ia adalah urusan kita semua, karena dampaknya akan dirasakan hingga ke dapur-dapur rumah kita.
Mari kawal bersama dan pastikan bahwa hasilnya tidak menyisakan luka baru. Aceh sudah cukup kenyang dengan janji-janji yang tak ditepati. Kita percaya, jika revisi UUPA dilakukan dengan niat tulus dan semangat Helsinki, maka Aceh akan melangkah lebih pasti menuju masa depan yang damai, adil, dan bermartabat. Dan sejarah akan mencatat bahwa rakyat Aceh tidak pernah lelah menjaga janji.(*)
POJOK
Pemda diminta kaji ulang tunjangan rumah DPRD
Untung saja Anggota DPR Aceh sudah punya rumah dinas, hehehe
1.106 Anak di Aceh Barat Putus Sekolah
Tapi peringatan Hardikda tetap meriah kan?
Hajar Israel, negara Arab bangun aliansi pertahanan
Sayangnya ini dipicu satu serangan ke Qatar, bukan pemusnahan etnis di Gaza
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/mualem-memimpin-rapat-terbatas-rencana-pembahasan-penyusunan-APBA-2026.jpg)